JURNALPOLTEKKESMALUKUJURNALPOLTEKKESMALUKU

JKTJKT

Stres kerja dapat dialami oleh setiap tenaga kerja, termasuk tenaga kependidikan, dan dapat mengganggu kesehatan, sehingga dapat menurunkan produktivitas kerja. Stres kerja muncul akibat berbagai pemicu, baik faktor internal, eksternal, dan karakteristik pekerja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, masa kerja, dan beban kerja dengan tingkat stres kerja pada tenaga kependidikan di Direktorat Poltekkes Kemenkes Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional. Total responden berjumlah 63 tenaga kependidikan diambil secara random dari 74 tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tenaga kependidikan mengalami tingkat stres kerja dengan kategori ringan (42,9%), sedang (52,4%), dan berat (4,8%). Sebagian besar responden berusia >30 tahun (92,1%), memiliki masa kerja ≥ 5 tahun (65,1%), serta beban kerja tinggi (65,1%). Disimpulkan bahwa masa kerja dan beban kerja memiliki hubungan secara signifikan terhadap stres kerja (p < 0,05), sedangkan usia tidak memiliki hubungan yang signifikan (p > 0,05). Disarankan agar dilakukan minitoring dan evaluasi terhadap stres kerja setiap 6 bulan sekali dan kegiatan rekreasi setiap tahun.

Dari hasil penelitian di atas, variabel usia tidak ada hubungan dengan stres kerja (p-value 0,637), sedangkan variabel masa kerja dan beban kerja berhubungan dengan stres kerja dengan (p-value 0,039.Beban kerja memiliki hubungan paling kuat terhadap stres kerja dengan koefisien korelasi 0,433, kemudian masa kerja dengan koefisien korelasi 0,306 dan usia dengan koefisien 0,111.Penyebabnya adalah karena faktor pekerjaan, tugas tambahan di luar jam kerja, kejenuhan kerja, dan beban tanggung jawab.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi stres kerja pada tenaga kependidikan, seperti karakteristik individu, lingkungan kerja, dan dukungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi stres kerja, seperti program pelatihan manajemen stres, peningkatan kesejahteraan karyawan, dan pengaturan beban kerja yang lebih proporsional. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan tingkat stres kerja antara tenaga kependidikan dengan profesi lain di lingkungan pendidikan kesehatan, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja di sektor ini.

  1. Hubungan Antara Masa Kerja dan Kelelahan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Konstruksi | Jurnal Ilmu Kesehatan... doi.org/10.55606/jikg.v1i4.1788Hubungan Antara Masa Kerja dan Kelelahan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Konstruksi Jurnal Ilmu Kesehatan doi 10 55606 jikg v1i4 1788
Read online
File size330 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test