JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Kondisi psikologis ibu setelah melahirkan sering mengalami gangguan, yang akan berpengaruh pada percepatan pengeluaran ASI. Masalah ini bisa terjadi karena adanya masa transisi menjadi orang tua, kecemasan saat post partum yang dirasakan dapat menjadi salah satu faktor mempengaruhi pengeluaran ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan percepatan pengeluaran ASI Pada Ibu Nifas di PMB Kis Rita A.Md. Keb Amadanom Dampit Kabupaten Malang. Desain penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah semua ibu nifas primipara dengan sampel 25 ibu nifas primipara hari ke 4-7 secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner tingkat kecemasan dan percepatan pengeluaran ASI kemudian dianalisis dengan Uji Spearmen Rho (Rank). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 13 responden (52%) dan sebagian besar reponden mengalami percepatan pengeluaran ASI dengan kategori lambat sebanyak 16 responden (64%) dan ada hubungan tingkat kecemasan dengan percepatan pengeluaran ASI pada ibu nifas di PMB Kis Rita A.Md.Keb Amadanom Dampit Kabupaten Malang (Spearmen Rho p = 0,003 < 0,05 maka H0 ditolak). Semakin baik kondisi psikologis ibu pascamelahirkan semakin cepat pengeluaran ASInya.

Sebagian besar ibu nifas di PMB Kis Rita A.Keb Amadanom Dampit Kabupaten Malang mengalami tingkat kecemasan kategori kecemasan ringan sebanyak 13 responden (52%).Sebagian besar ibu nifas di PMB Kis Rita A.Keb Amadanom Dampit Kabupaten Malang mengalami percepatan pengeluaran ASI dengan kategori lambat sebanyak 16 responden (64%).Ada hubungan tingkat kecemasan dengan percepatan pengeluaran ASI pada ibu nifas di PMB Kis Rita A.Keb Amadanom Dampit Kabupaten Malang ditunjukkan dari hasil Uji Spearmen Rho (Rank) p-value (Asymp.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat dianjurkan untuk tidak hanya berfokus pada hubungan korelatif, melainkan juga menguji efektivitas intervensi. Sebuah studi intervensi bisa dirancang untuk mengevaluasi dampak program dukungan psikososial atau edukasi laktasi yang terstruktur terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu nifas dan percepatan pengeluaran ASI. Misalnya, program edukasi yang berpusat pada manajemen stres pascapersalinan dan teknik menyusui yang benar dapat diujikan untuk melihat apakah hal tersebut secara signifikan mampu mengurangi kecemasan ibu dan meningkatkan keberhasilan menyusui. Selain itu, mengingat dinamika kondisi ibu nifas yang terus berubah, penelitian lanjutan dapat mengadopsi desain longitudinal. Pendekatan ini akan memungkinkan peneliti untuk memantau perkembangan tingkat kecemasan dan pola pengeluaran ASI pada ibu nifas dari waktu ke waktu, misalnya selama enam minggu pertama pascapersalinan. Dengan demikian, kita dapat mengidentifikasi fase kritis di mana intervensi paling dibutuhkan dan efektif, serta memahami perubahan adaptasi ibu secara lebih mendalam. Terakhir, berdasarkan temuan bahwa kelompok usia produktif (20-35 tahun) masih menunjukkan keterlambatan pengeluaran ASI, perlu ada penelitian eksplorasi yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor moderasi atau mediasi. Ini bisa mencakup jenis dukungan sosial spesifik yang diterima ibu, tingkat literasi kesehatan reproduksi, atau bahkan riwayat kesehatan mental sebelumnya yang mungkin tidak terlihat pada survei cross-sectional. Penelitian semacam ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mengapa kecemasan terjadi pada kelompok tertentu dan bagaimana pengaruhnya terhadap laktasi, sehingga dapat merumuskan rekomendasi yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size213.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test