UMSUMS
Indigenous: Jurnal Ilmiah PsikologiIndigenous: Jurnal Ilmiah PsikologiMeskipun berbagai studi telah mendokumentasikan prevalensi stres di kalangan mahasiswa, perhatian terbatas diberikan pada bagaimana mahasiswa mendefinisikan dan mengalaminya. Studi ini, sebagai bagian dari investigasi yang lebih besar terhadap Rileks, sebuah program manajemen stres berbasis web yang diadaptasi secara budaya untuk mahasiswa Indonesia, meneliti bagaimana mahasiswa mengkonseptualisasikan stres dan mengidentifikasi tanda-tandanya. Sebanyak 68 peserta, mayoritas perempuan dan berusia antara 19 hingga 42 tahun, berpartisipasi dalam studi ini. Mereka terdaftar dalam program sarjana hingga doktoral dan direkrut melalui convenience sampling via platform studi Rileks. Analisis konten tematik dilakukan pada tanggapan pertanyaan terbuka di modul pertama Rileks, yang menanyakan definisi stres dan tanda-tanda yang dialami mahasiswa. Pengodean dilakukan secara manual menggunakan Excel, dan pemeriksaan reliabilitas antar-penilai diterapkan untuk meningkatkan ketelitian analitis. Tiga tema utama muncul dalam definisi stres mahasiswa: tekanan atau ketegangan yang dirasakan, keadaan yang melebihi kapasitas koping, dan stres sebagai kondisi gangguan. Tema minor adalah stres sebagai faktor pendorong. Setiap tema utama mencakup berbagai bidang kehidupan mahasiswa, melampaui masalah akademik, dan beberapa tanggapan mencerminkan nilai-nilai budaya seperti harapan keluarga dan tuntutan masyarakat. Mahasiswa juga menggambarkan tanda-tanda stres di empat domain: fisik, kognitif, emosional, dan perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang stres mungkin dibentuk oleh faktor pribadi dan kontekstual, menawarkan implikasi praktis untuk meningkatkan pengenalan dini dan komunikasi stres mahasiswa melalui pendekatan yang relevan dan sensitif secara budaya.
Studi ini menunjukkan bahwa stres bagi mahasiswa Indonesia adalah konstruksi multifaset yang ditandai oleh tekanan dan ketidakseimbangan ketika tuntutan akademik, keluarga, dan sosial melebihi kapasitas koping.Meskipun umumnya dikaitkan dengan dampak negatif, tanda-tanda stres yang dijelaskan konsisten secara global, namun maknanya dibentuk secara budaya.Pemahaman ini menekankan bahwa stres bersifat universal dalam gejalanya tetapi kontekstual dalam interpretasinya, sehingga dapat memandu universitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan sistem dukungan kesehatan mental yang responsif dan sensitif budaya.
Berdasarkan temuan yang menyoroti persepsi dan tanda-tanda stres, penelitian lanjutan dapat mendalami bagaimana nilai-nilai budaya di Indonesia secara spesifik memengaruhi mekanisme koping dan keputusan mahasiswa untuk mencari bantuan. Penting untuk memahami apakah norma sosial mengenai harmoni keluarga dan tanggung jawab bersama membatasi atau justru mendorong mahasiswa dalam memilih strategi mengatasi stres, serta bagaimana stigma terkait kesehatan mental memengaruhi kesediaan mereka untuk mengakses dukungan profesional. Selanjutnya, karena penelitian ini menggunakan modul Rileks, sebuah program adaptasi budaya, ada peluang besar untuk menginvestigasi efektivitas jangka panjang dan keberlanjutan intervensi semacam itu. Studi masa depan bisa mengevaluasi apakah manfaat dari program manajemen stres berbasis web ini bertahan setelah periode intervensi awal, dan faktor-faktor apa saja yang berkontribusi pada keterlibatan berkelanjutan mahasiswa dalam praktik koping yang diajarkan. Terakhir, untuk memberikan gambaran yang lebih rinci tentang pengalaman stres mahasiswa, penelitian komparatif lintas disiplin ilmu dan latar belakang sosial-ekonomi akan sangat bermanfaat. Misalnya, bagaimana mahasiswa dari jurusan teknik yang padat tugas atau mahasiswa dengan keterbatasan finansial mendefinisikan dan mengatasi stres mereka dibandingkan dengan kelompok lain, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih terarah dan personal untuk dukungan kesehatan mental di lingkungan universitas.
- Cultural Impact of Perceived Parental Expectations on Students’ Academic Stress | ANNALS OF SOCIAL... assap.wum.edu.pk/index.php/ojs/article/view/25Cultural Impact of Perceived Parental Expectations on StudentsAo Academic Stress ANNALS OF SOCIAL assap wum edu pk index php ojs article view 25
- DOI Name 10.23917 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 04z crossref email support... doi.org/10.23917DOI Name 10 23917 Values doi name values index type timestamp data hs serv 04z crossref email support doi 10 23917
- Challenges in Acculturation among International Students from Asian Collectivist Cultures | Ma | Higher... doi.org/10.5539/hes.v10n3p34Challenges in Acculturation among International Students from Asian Collectivist Cultures Ma Higher doi 10 5539 hes v10n3p34
| File size | 214.96 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor intrinsik pekerjaan, kepribadian individu, dan faktor keluarga secara signifikan memengaruhi stres kerja perawatPenelitian ini menyimpulkan bahwa faktor intrinsik pekerjaan, kepribadian individu, dan faktor keluarga secara signifikan memengaruhi stres kerja perawat
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Sul-Sel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study, dengan jumlah responden sebanyakSul-Sel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study, dengan jumlah responden sebanyak
RCF INDONESIARCF INDONESIA Kedua variabel tersebut juga memberikan pengaruh signifikan langsung terhadap turnover intention. Selain itu, lingkungan kerja memediasi pengaruh job insecurityKedua variabel tersebut juga memberikan pengaruh signifikan langsung terhadap turnover intention. Selain itu, lingkungan kerja memediasi pengaruh job insecurity
UNESAUNESA Dukungan dari pihak sekolah sangat berperan penting dalam keberhasilan kegiatan ini dan mereka menunjukkan komitmen untuk melanjutkan program serupa diDukungan dari pihak sekolah sangat berperan penting dalam keberhasilan kegiatan ini dan mereka menunjukkan komitmen untuk melanjutkan program serupa di
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Tujuan observasi untuk mengetahui bagaimana upaya implementasi pendidik di SMA Negeri 2 Palembang dalam menanamkan nilai-nilai pancasila dan nilai bhinekaTujuan observasi untuk mengetahui bagaimana upaya implementasi pendidik di SMA Negeri 2 Palembang dalam menanamkan nilai-nilai pancasila dan nilai bhineka
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Penguatan nilai-nilai pancasila pada era globalisasi dapat dilaksanakan dengan menumbuhkan sifat nasionalisme pada peserta didik. Bentuk implementasi nilai-nilaiPenguatan nilai-nilai pancasila pada era globalisasi dapat dilaksanakan dengan menumbuhkan sifat nasionalisme pada peserta didik. Bentuk implementasi nilai-nilai
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Palembang. Pengamalan nilai-nilai kebhinnekatunggalikaan serta nilai-nilai Pancasila melaluiPenelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Palembang. Pengamalan nilai-nilai kebhinnekatunggalikaan serta nilai-nilai Pancasila melalui
UNNESUNNES Semakin tinggi beban kerja yang dialami, maka semakin tinggi pula stres kerja yang dirasakan, dan sebaliknya. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaanSemakin tinggi beban kerja yang dialami, maka semakin tinggi pula stres kerja yang dirasakan, dan sebaliknya. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan
Useful /
UNESAUNESA Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Pada instrumen penelitianDalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Pada instrumen penelitian
RCF INDONESIARCF INDONESIA Dari 307 artikel yang ditemukan, hanya 7 yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori dan praktik SDM berperanDari 307 artikel yang ditemukan, hanya 7 yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori dan praktik SDM berperan
UNESAUNESA Hal ini disebabkan karena tidak banyak fasilitas sarana dan prasarana yang cukup untuk menunjang olahraga ini. Selain peralatan yang terbilang mahal sehinggaHal ini disebabkan karena tidak banyak fasilitas sarana dan prasarana yang cukup untuk menunjang olahraga ini. Selain peralatan yang terbilang mahal sehingga
UNESAUNESA Selain itu, 7 siswa (35%) termasuk dalam kategori Kurang Sekali (KS). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler MuaySelain itu, 7 siswa (35%) termasuk dalam kategori Kurang Sekali (KS). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Muay