JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar belakang: Stres infertilitas merupakan masalah yang sering dihadapi oleh wanita usia subur. Kondisi ini akan memuncak saat menstruasi tak terduga datang, yang menunjukkan bahwa istri tidak hamil. Hal ini menyebabkan wanita usia subur mengalami stres jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh afirmasi diri terhadap stres pada wanita yang sedang menunggu kehamilan di forum daring. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-post test dengan teknik purposive sampling terhadap 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah afirmasi diri dan variabel dependen adalah stres pada wanita yang menunggu kehamilan di forum online. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi afirmasi diri, hampir semua responden (15 orang, 75%) berada dalam kategori stres berat. Setelah intervensi, hampir semua responden (17 orang, 85%) berada dalam kategori stres ringan. Analisis: Hasil analisis data menunjukkan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh afirmasi diri terhadap stres pada wanita yang menunggu kehamilan di forum daring.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa afirmasi diri yang dilakukan oleh ibu dapat mengurangi stres selama menunggu kehamilan.Stres berat sebelum intervensi menurun menjadi stres ringan setelah penerapan afirmasi diri secara rutin.Penelitian ini membuktikan bahwa afirmasi diri efektif dalam menurunkan tingkat stres pada wanita yang menantikan kehamilan melalui forum daring.

Pertama, perlu diteliti efektivitas afirmasi diri dalam berbagai bentuk media, seperti audio, teks daring, atau aplikasi mobile, untuk mengetahui mana yang paling efektif dalam mengurangi stres pada wanita yang menunggu kehamilan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh durasi dan frekuensi afirmasi diri secara lebih rinci, misalnya dengan membandingkan antara afirmasi 5 menit dua kali sehari versus satu kali sehari, agar dapat ditentukan dosis optimal intervensi. Ketiga, perlu dikaji pula bagaimana faktor pendukung seperti dukungan pasangan, status sosial ekonomi, atau tingkat pendidikan memengaruhi keberhasilan afirmasi diri, sehingga intervensi bisa disesuaikan secara personal bagi setiap individu. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan dengan desain kontrol untuk memperkuat bukti, serta melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam secara geografis dan budaya. Selain itu, penelitian bisa mengevaluasi dampak jangka panjang afirmasi diri tidak hanya terhadap stres, tetapi juga terhadap keberhasilan kehamilan. Integrasi afirmasi diri ke dalam pendampingan oleh tenaga kesehatan juga layak dievaluasi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi yang holistik. Dengan demikian, afirmasi diri bisa menjadi bagian dari protokol standar pendukung kesejahteraan mental wanita usia subur. Penelitian juga bisa menggali perbedaan respons antar kelompok usia, khususnya wanita usia pertama kali menikah dibandingkan yang sudah lama menikah. Pendekatan kualitatif bisa digunakan untuk memahami pengalaman pribadi wanita dalam menggunakan afirmasi. Temuan dari penelitian-penelitian ini akan memperkaya strategi non-farmakologis dalam manajemen stres reproduksi.

Read online
File size308.08 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test