PENCERAHPENCERAH
Journal of Social and Policy IssuesJournal of Social and Policy IssuesPeningkatan investasi pada sektor tersier, seperti pariwisata, perdagangan, dan layanan, telah menjadi salah satu prioritas strategis Kabupaten Garut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Namun, hambatan regulasi, kurangnya kepastian hukum, dan tantangan infrastruktur seringkali menjadi kendala utama bagi investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka regulasi yang ada, mengidentifikasi tantangan dalam implementasi kebijakan, serta memberikan rekomendasi optimalisasi kebijakan guna menarik lebih banyak investasi sektor tersier. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus diterapkan, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 informan, termasuk pejabat DPMPT, pelaku bisnis lokal, calon investor, dan akademisi. Analisis data menggunakan metode triangulasi meliputi analisis dokumen kebijakan, statistik investasi, dan wawasan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kabupaten Garut memiliki potensi besar pada sektor tersier, implementasi kebijakan investasi masih suboptimal. Faktor penghambat utama meliputi kompleksitas prosedur perizinan, kurangnya sinkronisasi antara kebijakan daerah dan nasional, serta promosi investasi yang tidak terstruktur. Penelitian ini merekomendasikan penyederhanaan regulasi, digitalisasi sistem perizinan, dan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan. Kesimpulan menekankan pentingnya pengoptimalan kerangka regulasi yang adaptif dan selaras dengan kebutuhan investor, sehingga Kabupaten Garut berpotensi menjadi destinasi utama investasi sektor tersier di Indonesia.
Penelitian ini menekankan pentingnya mengoptimalkan kerangka regulasi untuk menarik investasi sektor tersier di Kabupaten Garut, yang memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.Kendati realisasi investasi pada 2023 melampaui target, sektor tersier masih belum menjadi prioritas utama karena fokus investasi lebih pada perumahan, industri, dan kantor, serta terdapat kendala metodologis seperti sampel terbatas dan kurangnya data jangka panjang.Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan wilayah, memperpanjang periode studi, serta menyelidiki secara mendalam faktor budaya, kognitif, dan dampak kebijakan terhadap sub‑sektor tersier guna memberikan dasar yang lebih kuat bagi pembuatan kebijakan.
Salah satu arah penelitian yang dapat diperluas adalah meneliti bagaimana digitalisasi proses perizinan memengaruhi persepsi investor serta jumlah investasi yang masuk ke sektor tersier di Kabupaten Garut, dengan menggunakan pendekatan campuran antara survei kepuasan investor dan analisis data investasi sebelum dan sesudah penerapan sistem digital. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran sikap budaya lokal terhadap konversi lahan terhadap keputusan investasi pada sektor layanan dan perdagangan, dengan melakukan studi perbandingan antar beberapa kabupaten di Jawa Barat untuk mengidentifikasi variasi persepsi dan implikasinya terhadap kebijakan. Selain itu, penting untuk menilai dampak sosial‑ekonomi jangka panjang dari insentif investasi yang ditargetkan pada usaha pariwisata di sektor tersier Garut, melalui pengumpulan data tahunan selama lima tahun guna mengukur perubahan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan produk domestik regional. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan regulasi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan perspektif digital, budaya, dan dampak ekonomi jangka panjang, kajian tersebut dapat menutup kekurangan metodologis yang ada dan memperkaya pemahaman tentang faktor‑faktor yang memajukan investasi sektor tersier. Akhirnya, hasilnya dapat menjadi landasan bagi strategi kebijakan yang lebih terarah dan efektif dalam meningkatkan daya saing wilayah.
| File size | 230.84 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UBUB Siswa sering kesulitan memahami teori karena tidak adanya contoh peraga yang menarik. Penggunaan Internet of Things (IoT) di berbagai bidang dan kehidupanSiswa sering kesulitan memahami teori karena tidak adanya contoh peraga yang menarik. Penggunaan Internet of Things (IoT) di berbagai bidang dan kehidupan
UBUB Sehingga dibutuhkan perancangan elemen grafis interaktif yang diwujudkan berupa busy board dan busy book, yang mana perlu peran penting terkait desainSehingga dibutuhkan perancangan elemen grafis interaktif yang diwujudkan berupa busy board dan busy book, yang mana perlu peran penting terkait desain
UBUB Tujuan dihasilan ILM adalah untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap masalah yang dihadapi, dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi sertaTujuan dihasilan ILM adalah untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap masalah yang dihadapi, dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi serta
AKABAAKABA Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pentingnyaMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pentingnya
POLNESPOLNES Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuisioner dengan skala Likert untuk mengukur sikap dan persepsi wisatawan terhadapJumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuisioner dengan skala Likert untuk mengukur sikap dan persepsi wisatawan terhadap
POLNESPOLNES Penelitian ini menyimpulkan bahwa wisatawan yang mengunjungi Museum Batak TB Silalahi Center didominasi oleh perempuan, pelajar/mahasiswa dari Kota Medan,Penelitian ini menyimpulkan bahwa wisatawan yang mengunjungi Museum Batak TB Silalahi Center didominasi oleh perempuan, pelajar/mahasiswa dari Kota Medan,
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yang dapat digunakan untuk menggali dan memahami makna yang bersumber dari masalah sosial atauMetode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yang dapat digunakan untuk menggali dan memahami makna yang bersumber dari masalah sosial atau
IPBIPB Panjang gelombang spektroskopik UV-Vis yang paling cocok untuk memperkirakan konsentrasi DOC adalah 350 nm. Konsentrasi DOC di air tanah (35,67 ± 8,40Panjang gelombang spektroskopik UV-Vis yang paling cocok untuk memperkirakan konsentrasi DOC adalah 350 nm. Konsentrasi DOC di air tanah (35,67 ± 8,40
Useful /
IPBIPB Penelitian ini menganalisis kenyamanan lingkungan di Area Hutan Universitas Gunung Walat (GWUF), dengan fokus pada kenyamanan termal, estetika visual,Penelitian ini menganalisis kenyamanan lingkungan di Area Hutan Universitas Gunung Walat (GWUF), dengan fokus pada kenyamanan termal, estetika visual,
IPBIPB This study examines the social capital of the Tambakbaya Village community to support the development of Sukabungah Agrotourism. Using a survey method,This study examines the social capital of the Tambakbaya Village community to support the development of Sukabungah Agrotourism. Using a survey method,
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Limbah berupa kotoran sapi menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam mengolahnya, khususnya pada limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan olehLimbah berupa kotoran sapi menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam mengolahnya, khususnya pada limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan oleh
IPBIPB Desain faktorial 2 x 2 digunakan untuk melihat pengaruh tiga level fosfor (0,03 mg/L, 0,09 mg/L, dan 0,15 mg/L) dan tiga level cahaya (30%, 70%, dan 100%Desain faktorial 2 x 2 digunakan untuk melihat pengaruh tiga level fosfor (0,03 mg/L, 0,09 mg/L, dan 0,15 mg/L) dan tiga level cahaya (30%, 70%, dan 100%