BMKGBMKG
Jurnal Meteorologi dan GeofisikaJurnal Meteorologi dan GeofisikaJawa, Bali dan NTB merupakan wilayah rawan bencana gempa. Untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut, upaya mitigasi perlu dilakukan secara optimal. Salah satunya melalui penelitian hazard kegempaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hazard gempa dan isoseismal daerah penelitian. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan dan pengolahan data gempa, pemodelan dan karakterisasi sumber gempa serta analisis hazard gempa dan isoseismal. Analisis hazard gempa dilakukan dengan menggunakan teori probabilitas total dan pemodelan sumber gempa tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan katalog BMKG tahun 1903 – 2010, kedalaman 0 – 300 km dan Mw ≥5 serta data PGA yang tercatat di jaringan BMKG. Hasil analisis hazard gempa menunjukkan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) di batuan dasar Pulau Jawa, Bali dan NTB bervariasi dari 0,05 g - 0,5 g. Secara umum, rentang nilai percepatan tersebut relatif hampir sama dengan Peta Gempa Indonesia 2010. Kurva hazard gempa di beberapa kota besar di Pulau Jawa menunjukkan gempa dalam sangat berpengaruh di Kota Serang, Jakarta dan Surabaya. Sumber gempa sesar dominan mempengaruhi hazard di Kota Bandung, Yogyakarta dan Semarang. Analisis isoseismal gempa Tasikmalaya 2 September 2009 dan 26 Juni 2010 menunjukkan daerah di selatan Pulau Jawa bagian barat mengalami guncangan yang cukup kuat sekitar VII – VIII MMI (0,25 g – 0,3 g) yang bersesuaian dengan peta hazard hasil combine source.
Nilai percepatan tanah maksimum di batuan dasar Pulau Jawa, Bali dan NTB pada kondisi Peak Ground Acceleration (PGA) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun berkisar 0,05 g - 0,5 g.Secara umum, rentang nilai percepatan tersebut relatif hampir sama dengan Peta Gempa Indonesia 2010.Berdasarkan kurva hazard gempa diperoleh bahwa gempa deep background sangat berpengaruh terhadap beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Serang, Jakarta dan Surabaya.Selain itu sumber gempa sesar (fault) juga mempengaruhi hazard di beberapa kota besar seperti Bandung, Jogyakarta dan Semarang mengingat kota-kota tersebut letaknya sangat berdekatan dengan sumber gempa sesar.Analisis isoseismal dua kejadian gempa Tasikmalaya 2 September 2009 dan 26 Juni 2010 menunjukkan daerah di selatan Pulau Jawa bagian barat mengalami guncangan yang cukup kuat sekitar VII - VIII MMI (0,25 g - 0,3 g) yang bersesuaian dengan peta hazard gempa hasil combine source.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan model atenuasi berbeda untuk meningkatkan akurasi prediksi gempa. Selain itu, analisis sumber gempa dalam (deep background) perlu diperdalam untuk memahami dampaknya pada wilayah yang jauh dari zona subduksi. Terakhir, pengembangan peta hazard yang lebih spesifik untuk daerah-daerah dengan aktivitas sesar aktif dapat membantu dalam perencanaan tata kota yang lebih aman.
| File size | 474.1 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMITRAUMITRA Upaya mitigasi berupa penanaman pohon buah, pengelolaan lahan erosi, dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memperkuat struktur tanah, mengurangiUpaya mitigasi berupa penanaman pohon buah, pengelolaan lahan erosi, dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memperkuat struktur tanah, mengurangi
UMGUMG Sedangkan sensor ultrasonik dapat mendeteksi jarak tinggi air dengan rata-rata error sebesar 0. 02 %, dan output exhaust berjalan dengan baik. PengujianSedangkan sensor ultrasonik dapat mendeteksi jarak tinggi air dengan rata-rata error sebesar 0. 02 %, dan output exhaust berjalan dengan baik. Pengujian
UMIUMI Penelitian ini berhasil mengimplementasikan metode Deep Learning untuk mendeteksi dini potensi bencana cuaca ekstrem berbasis analisis citra awan satelit.Penelitian ini berhasil mengimplementasikan metode Deep Learning untuk mendeteksi dini potensi bencana cuaca ekstrem berbasis analisis citra awan satelit.
JCIVIL UPIYPTKJCIVIL UPIYPTK Penelitian ini mendalami perencanaan geometri Jalur Kereta Api Cepat untuk Jalur Kereta Api Cepat Bandung-Cirebon Tahap III (Ligung-Tengahtani) yang membentangPenelitian ini mendalami perencanaan geometri Jalur Kereta Api Cepat untuk Jalur Kereta Api Cepat Bandung-Cirebon Tahap III (Ligung-Tengahtani) yang membentang
INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE Perubahan kemasan yang lebih modern dan menarik berhasil meningkatkan citra produk, menjadikannya layak bersaing di pasar konvensional maupun digital.Perubahan kemasan yang lebih modern dan menarik berhasil meningkatkan citra produk, menjadikannya layak bersaing di pasar konvensional maupun digital.
INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM gula juruh melalui pelatihan dan pendampingan dalam empat aspek utama, yaituKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM gula juruh melalui pelatihan dan pendampingan dalam empat aspek utama, yaitu
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan skrining, apersepsi, penyampaianKegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan skrining, apersepsi, penyampaian
BMKGBMKG Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kemudahan terjadinya kebakaran dan Fire Weather Index (FWI) atau tingkat kesulitan pengendalian kebakaranIndeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kemudahan terjadinya kebakaran dan Fire Weather Index (FWI) atau tingkat kesulitan pengendalian kebakaran
Useful /
ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa karakter religius siswa di SMK Maarif NU 1 Wangon berkembang melalui programBerdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa karakter religius siswa di SMK Maarif NU 1 Wangon berkembang melalui program
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia emas 2045. Namun, di Kecapi village, Jepara, masih ditemukanPendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia emas 2045. Namun, di Kecapi village, Jepara, masih ditemukan
BMKGBMKG 13~0. 14 meningkat menjadi 0. 58~0. 75) dan nilai rmse menurun (dari rerata 11. 6 mm/hari menjadi 7. 6 mm/hari), sehingga analisis TRMM bulanan lebih merepresentasikan13~0. 14 meningkat menjadi 0. 58~0. 75) dan nilai rmse menurun (dari rerata 11. 6 mm/hari menjadi 7. 6 mm/hari), sehingga analisis TRMM bulanan lebih merepresentasikan
BMKGBMKG Berdasarkan analisis hasil verifikasi yang diperoleh, pemilihan skema konvektif cumulus BMJ cenderung lebih baik dari skema konvektif KF dan GD untuk diBerdasarkan analisis hasil verifikasi yang diperoleh, pemilihan skema konvektif cumulus BMJ cenderung lebih baik dari skema konvektif KF dan GD untuk di