BMKGBMKG

Jurnal Meteorologi dan GeofisikaJurnal Meteorologi dan Geofisika

Pada kajian ini dilakukan evaluasi penggunaan beberapa skema konvektif pada model WRF (Weather Research and Forecasting) untuk prediksi cuaca di wilayah Indonesia. Terdapat tiga skema konvektif yang akan dievaluasi yaitu; skema konvektif cumulus BMJ (Betts Miller Janjic), KF (Kain Fritsch), dan GD (Grell 3D ensemble). Data yang digunakan untuk evaluasi adalah data curah hujan per 3 jam dan data angin per 12 jam (level ketinggian; permukaan, 850, 500, 250 mb) dari hasil pengolahan model WRF dan observasi selama periode bulan Agustus 2011 dan Februari 2012 di stasiun Juanda-Surabaya dan Cengkareng-Jakarta. Hasil verifikasi dari tiga skema konvektif pada model WRF terhadap data observasi menunjukkan bahwa untuk prakiraan curah hujan, penggunaan skema konvektif BMJ lebih baik dari skema KF dan GD, dan untuk prakiraan arah dan kecepatan angin skema BMJ dan GD relatif lebih baik dari skema KF. Berdasarkan analisis hasil verifikasi yang diperoleh, pemilihan skema konvektif cumulus BMJ cenderung lebih baik dari skema konvektif KF dan GD untuk di aplikasikan pada model WRF.

Berdasarkan hasil kajian, penggunaan skema konvektif pada model WRF terhadap data observasi menunjukkan bahwa secara umum ketiga skema mampu menggambarkan nilai kejadian hujan yang terjadi baik di stasiun Cengkareng-Jakarta maupun di stasiun Juanda-Surabaya.Untuk periode bulan Agustus 2011 di stasiun Juanda-Surabaya dan Cengkareng-Jakarta, berdasarkan nilai TS dari tiga skema (KF, BMJ, dan GD), penggunaan skema konvektif cumulus BMJ untuk prakiraan curah hujan diperoleh nilai TS yang lebih baik dari skema KF dan GD, sedangkan pada periode bulan Februari 2012 di stasiun Juanda-Surabaya, nilai TS skema BMJ diperoleh lebih baik dari skema KF dan GD, adapun di stasiun Cengkareng-Jakarta nilai TS skema GD menunjukkan performa yang paling baik dari tiga skema tersebut.Sedangkan untuk prakiraan angin penggunaan skema GD relatif lebih baik dibandingkan skema KF dan BMJ.Berdasarkan analisis hasil verifikasi yang diperoleh, pemilihan skema konvektif cumulus BMJ cenderung lebih baik dari skema konvektif KF dan GD untuk di aplikasikan pada model WRF.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh skema konvektif lain seperti skema Kuo atau Arakawa terhadap akurasi prediksi cuaca di wilayah Indonesia. 2. Perlu dilakukan evaluasi skema konvektif pada wilayah dengan kondisi iklim berbeda, seperti daerah tropis dengan curah hujan tinggi. 3. Penelitian dapat mengembangkan pendekatan hybrid yang menggabungkan beberapa skema konvektif untuk meningkatkan konsistensi hasil prediksi cuaca dalam skala regional.

Read online
File size695.93 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test