BMKGBMKG
Jurnal Meteorologi dan GeofisikaJurnal Meteorologi dan GeofisikaPengembangan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan (SPBK) dilakukan dengan memanfaatkan luaran WRF resolusi 9 km. Indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kemudahan terjadinya kebakaran dan Fire Weather Index (FWI) atau tingkat kesulitan pengendalian kebakaran disusun menggunakan parameter cuaca, seperti suhu, kelembapan, kecepatan dan arah angin, serta curah hujan kumulatif. Kondisi klimatologis periode bulan Juni – Agustus 2013 pada umumnya normal, tanpa dipengaruhi El-Nino maupun La-Nina. Dilakukan verifikasi parameter cuaca luaran WRF terhadap data observasi. Indeks FFMC dan FWI luaran WRF dibandingkan dengan hasil observasi pada 8 (delapan) lokasi yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Hasil verifikasi luaran WRF menunjukkan korelasi yang kuat – sangat kuat dengan rentang nilai 0.53 – 0.80 untuk semua parameter penyusun indeks. Perbandingan indeks FFMC dan FWI luaran WRF dengan observasi mempunyai korelasi diatas 0.56 dengan maksimum persentase kesalahan sebesar 0.57. Berdasarkan hasil verifikasi, luaran WRF dapat digunakan untuk menyusun indeks FFMC dan FWI pada Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan.
Luaran WRF dengan resolusi 9 km memiliki korelasi kuat terhadap data observasi cuaca, terutama untuk parameter suhu dan kelembapan.Indeks FFMC dan FWI yang dihasilkan oleh model WRF menunjukkan korelasi tinggi dengan data observasi, meskipun terdapat kecenderungan over forecasting pada parameter kelembapan.Studi ini membuktikan bahwa model WRF dapat menjadi alternatif untuk menyusun sistem peringkat bahaya kebakaran di wilayah yang kurang memiliki jaringan stasiun cuaca.
1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan iklim seperti El-Nino terhadap akurasi prediksi indeks FFMC dan FWI. 2. Pengembangan metode perbaikan prediksi kelembapan udara untuk meningkatkan kualitas indeks kebakaran. 3. Ekspansi studi ke wilayah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik iklim berbeda untuk memvalidasi keandalan model WRF dalam skala regional.
| File size | 527.91 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BMKGBMKG Penelitian ini menunjukkan bahwa anomali geo-atmosferik dan geokimia dapat digunakan sebagai indikator awal (prekursor) gempabumi. Parameter seperti radon,Penelitian ini menunjukkan bahwa anomali geo-atmosferik dan geokimia dapat digunakan sebagai indikator awal (prekursor) gempabumi. Parameter seperti radon,
UMYUMY Sebaliknya, peningkatan tutupan vegetasi akibat perubahan penggunaan lahan mengurangi nilai erosi meskipun intensitas curah hujan meningkat. Ini memperkuatSebaliknya, peningkatan tutupan vegetasi akibat perubahan penggunaan lahan mengurangi nilai erosi meskipun intensitas curah hujan meningkat. Ini memperkuat
ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING Hasil penelitian menunjukkan bahwa Becanang telah ada sejak zaman Kerajaan Linge. Pada masa itu, Becanang berfungsi sebagai pentalu, atau pemanggil SarakopatHasil penelitian menunjukkan bahwa Becanang telah ada sejak zaman Kerajaan Linge. Pada masa itu, Becanang berfungsi sebagai pentalu, atau pemanggil Sarakopat
TAZKIATAZKIA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pesan dakwah dalam membentuk pemahaman dan perilaku keagamaan mahasiswa, khususnya di lingkungan akademikPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pesan dakwah dalam membentuk pemahaman dan perilaku keagamaan mahasiswa, khususnya di lingkungan akademik
BMKGBMKG Daerah inlet Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) dan South Equatorial Current yang meliputi perairan sekitar Biak, Selat Makassar, Halmahera, dan Laut Banda,Daerah inlet Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) dan South Equatorial Current yang meliputi perairan sekitar Biak, Selat Makassar, Halmahera, dan Laut Banda,
BMKGBMKG Secara umum dari hasil analisis untuk ketiga DAS memperlihatkan bahwa nilai curah hujan TRMM Jaxa (GSMap_NRT) mempunyai pola yang mengikuti curah hujanSecara umum dari hasil analisis untuk ketiga DAS memperlihatkan bahwa nilai curah hujan TRMM Jaxa (GSMap_NRT) mempunyai pola yang mengikuti curah hujan
BMKGBMKG Siklus kegempaan di daerah Bengkulu saat ini dalam periode precursory gap (G) atau periode penurunan aktivitas seismik. Berdasarkan perhitungan menggunakanSiklus kegempaan di daerah Bengkulu saat ini dalam periode precursory gap (G) atau periode penurunan aktivitas seismik. Berdasarkan perhitungan menggunakan
BMKGBMKG Data yang digunakan untuk evaluasi adalah data curah hujan per 3 jam dan data angin per 12 jam (level ketinggian; permukaan, 850, 500, 250 mb) dari hasilData yang digunakan untuk evaluasi adalah data curah hujan per 3 jam dan data angin per 12 jam (level ketinggian; permukaan, 850, 500, 250 mb) dari hasil
Useful /
UMYUMY Analisis FT-IR lebih lanjut menunjukkan perubahan signifikan dalam senyawa polisakarida dan fenolik terkait. Temuan ini menunjukkan bahwa stres air ringanAnalisis FT-IR lebih lanjut menunjukkan perubahan signifikan dalam senyawa polisakarida dan fenolik terkait. Temuan ini menunjukkan bahwa stres air ringan
ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING Program sekolah yang terstruktur serta metode pembelajaran yang efektif turut mendukung pembentukan karakter religius, meskipun masih ada tantangan dariProgram sekolah yang terstruktur serta metode pembelajaran yang efektif turut mendukung pembentukan karakter religius, meskipun masih ada tantangan dari
TAZKIATAZKIA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam peran jurnalisme warga, nilai aktual berita, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam peran jurnalisme warga, nilai aktual berita, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan
PUBLINEPUBLINE Remaja yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berperasa, dan camilan tinggi lemak 2,7 kali lebih mungkin mengalami risiko PTM dibandingkanRemaja yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berperasa, dan camilan tinggi lemak 2,7 kali lebih mungkin mengalami risiko PTM dibandingkan