BMKGBMKG

Jurnal Meteorologi dan GeofisikaJurnal Meteorologi dan Geofisika

Monitoring parameter geo-atmosferik dan geokimia sebagai perpaduan dari monitoring emisi gas radon, suhu udara permukaan, suhu dan kelembaban tanah dilakukan di Stasiun Observatori Geofisika Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat untuk mengetahui hubungannya dengan aktivitas gempabumi. Penelitian ini mengungkapkan adanya anomali radon, suhu, dan kelembaban yang dikorelasikan dengan kejadian gempabumi. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter ini termasuk dalam prekursor jangka pendek yang berhubungan dengan proses deformasi di wilayah pengamatan sebelum gempabumi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa anomali geo-atmosferik dan geokimia dapat digunakan sebagai indikator awal (prekursor) gempabumi.Parameter seperti radon, suhu, dan kelembaban tanah menunjukkan perubahan signifikan hingga 30 hari sebelum gempabumi terjadi.Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan sistem peringatan dini gempabumi berbasis parameter lingkungan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model prediksi gempabumi dengan memperluas data observasi ke wilayah lain di Indonesia untuk memvalidasi universalitas parameter prekursor. Selain itu, integrasi data geokimia dengan parameter seismik dapat meningkatkan akurasi deteksi anomali sebelum gempabumi. Pemanfaatan teknologi machine learning untuk mengidentifikasi pola kompleks antara parameter lingkungan dan aktivitas gempabumi juga layak dieksplorasi sebagai arah studi baru.

Read online
File size1.19 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test