UNIKSUNIKS

JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)

Jaboticaba (Plinia cauliflora) merupakan tanaman dengan banyak manfaat. Kehancuran habitat alamnya serta penebangan liar di wilayah pertumbuhan Jaboticaba menimbulkan kekhawatiran penurunan populasi, sehingga diperlukan upaya konservasi yang serius untuk melindungi tanaman ini. Penelitian ini bertujuan menanam dan melestarikan Jaboticaba dalam lingkungan optimal di Bengkulu. Metode yang digunakan meliputi persiapan bibit, penanaman, serta perlakuan dan observasi kondisi tanah, udara, cahaya, dan pertambahan tinggi tanaman. Hasil menunjukkan bahwa Jaboticaba dapat tumbuh pada tanah dengan pH 5,5; kelembaban tanah 50 %; suhu udara 28 °C, kelembaban udara 69 %, dan intensitas cahaya 900 µmol/m²/s. Pertumbuhan tinggi tanaman dari 15 cm menjadi 30 cm selama periode penelitian dipromosikan melalui perawatan kontinu seperti penyiraman dan pemupukan. Faktor lingkungan terbukti berperan penting dalam pertumbuhan Jaboticaba, sehingga perlindungan habitat alami di Bengkulu sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan dan kesehatan manusia.

Jaboticaba memiliki nilai ekologi, ekonomi, dan kesehatan yang tinggi, dan pertumbuhan dari 15 cm hingga 30 cm di pusat konservasi menunjukkan lingkungan yang mendukung.Tanaman ini tumbuh optimal pada pH tanah 5,5, kelembaban tanah 50 %, suhu 28 °C, kelembaban udara 69 %, dan intensitas cahaya 900 µmol/m²/s.Oleh karena itu, perlindungan habitat alami Jaboticaba di Bengkulu sangat penting untuk menjaga kelangsungan spesies dan manfaatnya bagi kesehatan serta lingkungan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variasi genetik Jaboticaba yang tumbuh di berbagai wilayah tropis Indonesia untuk mengidentifikasi kultivar dengan pertumbuhan optimal dan toleransi terhadap kondisi lingkungan yang beragam. Selanjutnya, studi longitudinal selama beberapa tahun diperlukan guna menilai efek praktik budidaya berkelanjutan, seperti irigasi tetes dan pemupukan organik, terhadap produktivitas buah serta kandungan nutrisi dan antioksidan pada tanaman. Selain itu, analisis biaya‑manfaat ekonomi dapat dilakukan untuk memahami potensi komersialisasi skala kecil di daerah Bengkulu, termasuk dampaknya terhadap pendapatan petani dan pemasaran produk lokal. Penelitian juga dapat menyelidiki interaksi antara mikroorganisme tanah dan pertumbuhan Jaboticaba, guna mengembangkan biofertilizer yang meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Selanjutnya, pendekatan model prediktif berbasis data iklim dapat diintegrasikan untuk memetakan zona paling cocok bagi ekspansi penanaman Jaboticaba di seluruh kepulauan. Akhirnya, evaluasi sosial‑kultural mengenai persepsi masyarakat terhadap penggunaan buah Jaboticaba dalam industri makanan dan kesehatan dapat memperkuat strategi konservasi berbasis komunitas. Dengan menggabungkan keempat arah penelitian ini, diharapkan dapat memperluas pengetahuan ilmiah sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan di wilayah tropis.

  1. Exploration of Jaboticaba (Plinia cauliflora.) Cultivation in Bengkulu: Conservation in an Optimized... doi.org/10.36378/juatika.v6i1.3375Exploration of Jaboticaba Plinia cauliflora Cultivation in Bengkulu Conservation in an Optimized doi 10 36378 juatika v6i1 3375
  2. DOI Name 10.12 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 19z handle na create hdl delete... doi.org/10.12DOI Name 10 12 Values doi name values index type timestamp data hs admin 19z handle na create hdl delete doi 10 12
Read online
File size762.99 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test