WIRARAJAWIRARAJA

Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan)Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas sanitasi dan kejadian demam berdarah pada Jalan Aman di Kota Tanjung Balai, Pulau Simardan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional, dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di jalan Aman berjumlah 170 orang dan total sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa terdapat hubungan antara pembuangan sampah (nilai p = 0,032) dan penampungan air (nilai p = 0,015) dengan kejadian DHF di Jalan Aman Kota Tanjung Balai Simardan Island. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kesadaran kepada pemerintah dan petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan dan pengawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi sanitasi lingkungan rumah agar tetap dalam kondisi baik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat hubungan antara demam berdarah dan pembuangan sampah (nilai p = 0,032) serta penampungan air (nilai p = 0,015).Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembuangan sampah dan kondisi lingkungan rumah memiliki peran penting dalam memengaruhi kejadian demam berdarah pada subjek penelitian.Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dari pusat kesehatan masyarakat/petugas kesehatan seperti mengadakan penyuluhan dan penertiban lingkungan sekitar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi kejadian demam berdarah, seperti kepadatan penduduk, kondisi sosial ekonomi, dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang telah dilakukan oleh pemerintah, dengan mengevaluasi sejauh mana program tersebut telah meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model prediktif yang dapat memprediksi risiko kejadian demam berdarah berdasarkan faktor-faktor lingkungan dan sosial ekonomi, sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan intervensi pencegahan yang lebih efektif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kejadian demam berdarah dan membantu dalam merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size541.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test