UMMATUMMAT

Jurnal Agrotek UmmatJurnal Agrotek Ummat

Perkembangan teknologi mikrokontroler dan semikonduktor terus meningkat sejalan dengan tuntutan akan pengendalian dan pemantauan sistem, termasuk dalam konteks energi terbarukan. Proses pengendalian dan pemantauan ini juga diterapkan dalam produksi biogas. Pembangkit biogas konvensional yang ada di terpantau sehingga masyarakat menghadapi berbagai lapangan tantangan termasuk kekurangan bahan organik (laju pembebanan organik rendah) dan kelebihan beban (tingkat pembebanan organik yang berlebihan). Overloading memperlambat atau menghentikan proses pencernaan anaerobik dan dapat menyebabkan kerusakan sistem total. Selanjutnya, tantangan lain yang muncul dari pemantauan instalasi biogas yang tidak memadai atau tidak ada adalah produksi yang buruk karena fluktuasi suhu yang berlebihan atau kisaran suhu yang tidak tepat untuk berbagai jenis bakteri metanogenik. Penelitian ini memperkenalkan suatu sistem pemantauan inovatif yang dapat secara akurat memonitor beberapa parameter termasuk suhu dan kelembapan udara (DHT22), suhu bahan organik (DS18B20), dan tekanan biogas (MPX5700DP). Solusi ini didasarkan pada konsep Internet of Things (IoT), dengan memanfaatkan perangkat Arduino sebagai unit pemroses data sensor, dan Wemos D1 Mini sebagai modul wifi yang menghubungkan sistem ke platform IoT, yaitu Cayenne. Hasil temuan ini memberikan informasi mengenai performa instalasi biogas selama periode waktu tertentu. Implementasi sistem pemantauan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan stabilitas produksi biogas melalui pemantauan yang akurat dan real-time terhadap variabel utama dalam proses produksi biogas.

Sistem pemantauan berbasis IoT berhasil mencatat suhu udara antara 22,9‑37,2 °C, tekanan biogas mencapai 3,9 kPa, dan suhu bahan organik 25,5‑27,1 °C.Semua komponen, termasuk sensor dan modul Wi‑Fi, berfungsi sesuai fungsinya dan data dapat diakses secara real‑time melalui platform Cayenne.Hasil ini menunjukkan bahwa sistem IoT dapat mendukung efisiensi dan stabilitas produksi biogas.

Berdasarkan temuan bahwa suhu dan tekanan dapat memengaruhi produksi biogas, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi difusi panas di dalam digester dengan sensor suhu tambahan pada dinding digester (satu pertanyaan riset: bagaimana distribusi suhu di dalam digester memengaruhi laju produksi metana?). Selanjutnya, dapat dikembangkan sistem alarm berbasis pembelajaran mesin yang memprediksi overloading sebelum terjadi, sehingga dapat bertindak preventif (pertanyaan: dapatkah model prediksi berbasis data sensor mengidentifikasi kondisi overloading 30 menit sebelum terjadi?). Terakhir, penelitian dapat menilai dampak integrasi sensor kelembapan udara lebih dalam digester, untuk menilai hubungan kelembapan internal dengan aktivitas bakteri metanogenik (pertanyaan: apakah kelembapan internal digester berhubungan langsung dengan efisiensi produksi biogas dan bagaimana modulasi kelembapan dapat dioptimalkan?).

  1. Application of Biogas with Fermenting Bacteria from Manure Raw Material on Stoves and Generators | Yulianto... ejournal.unipas.ac.id/index.php/Agro/article/view/1270Application of Biogas with Fermenting Bacteria from Manure Raw Material on Stoves and Generators Yulianto ejournal unipas ac index php Agro article view 1270
  2. DOI Name 10.1016 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1016DOI Name 10 1016 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1016
Read online
File size1.91 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test