TAZKIATAZKIA

Jurnal komunikanJurnal komunikan

Fenomena K-pop sebagai bagian dari Korean Wave telah mendorong terbentuknya komunitas fandom yang aktif dan partisipatif di media sosial, khususnya di kalangan Generasi Z. Salah satu fandom yang menunjukkan aktivitas digital yang intens adalah NCTzen, penggemar grup K-pop NCT, yang banyak memanfaatkan media sosial X sebagai ruang ekspresi dan interaksi. Sekelompok penggemar melakukan aktivitas dalam skala global, tanpa batasan dalam fan account. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dramaturgi fans K-pop NCT pada Generasi Z di media sosial X dengan menyoroti panggung depan dan panggung belakang dalam praktik fandom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, melalui observasi digital, analisis konten, dan wawancara terhadap penggemar NCT yang aktif di X. Teori dramaturgi Erving Goffman digunakan sebagai landasan analisis untuk memahami bagaimana penggemar menampilkan identitas dan performansi mereka di ruang publik digital (panggung depan), serta bagaimana proses organisasi, koordinasi, dan strategi fandom berlangsung di balik layar (panggung belakang). Penelitian ini menyimpulkan bahwa fandom NCTzen tidak hanya berperan sebagai konsumen budaya populer, tetapi juga sebagai aktor budaya digital yang secara aktif membangun identitas kolektif melalui dramaturgi media sosial.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fans NCT di media sosial X merupakan bentuk interaksi sosial digital yang melibatkan proses representasi diri dan pengelolaan identitas secara sadar.Media sosial X berfungsi sebagai ruang publik digital tempat penggemar menampilkan afiliasi, loyalitas, dan identitas sebagai NCTzen melalui berbagai bentuk konten, seperti tweet, retweet, penggunaan tagar, serta interaksi simbolik dengan pengguna lain.Aktivitas ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memfasilitasi pembentukan makna dan identitas kolektif.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan platform media sosial lain (seperti Instagram atau TikTok) terhadap dinamika dramaturgi fandom K-pop. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi perbedaan strategi komunikasi antara fandom K-pop dengan grup musik lokal dalam membangun identitas kolektif. Penelitian juga bisa menggali peran teknologi AI dalam mempermudah koordinasi dan produksi konten oleh fans, serta bagaimana hal ini memengaruhi partisipasi aktif Generasi Z dalam komunitas digital. Dengan memperluas cakupan studi, peneliti dapat memahami lebih dalam tentang evolusi budaya fandom di era digital dan dampaknya terhadap identitas generasi muda.

Read online
File size370.25 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test