STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Isolasi sosial merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dan hubungan dengan orang lain. Pasien yang mengalami isolasi sosial ditandai dengan adanya afek datar, efek sedih, ingin menyendiri, ketidakmampuan memenuhi harapan orang lain, dan menarik diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dari penerapan Terapi Aktivitas Kelompok bermain Kuartet (kartu) pada pasien isolasi sosial menarik diri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini kualitatif deskriptif yaitu berupa penelitian dengan metode atau pendekatan study case. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan lembar observasi yang dinilai dari kedu klien terdapat perbedan dimana klien I Tn “A mengalami peningkatan dimana klien sudah bisa berkenalan dan berinteraksi dengan orang lain walaupun klien masih belum bisa memberikan tanggapan ataupun memberikan penilaian kepada orang lain, sedangkan klien II TnS mengalami peningkatan dimana klien mampuh untuk berkenalan dan berinteraksi dengan orang lain walupun klien masih terlihat gugup dan belum bisa memberikan tanggapan ataupun penilaian kepada orang lain. Untuk terapi aktivitas kelompok permainan kuartet berhasil karena klien telah mempraktikkan dan dilatih cara memperbaiki kemampuan sosialisasi nya. Kesimpulan penelitian ini adalah terjadi peningkatan interaksi pada klien isolasi sosial dengan penerapan TAK bermain kuartet. Hal tersebut dapat menjadi agenda bagi klien isolasi sosial sehingga terjadi peningkatan kesehatan.

Penelitian pada dua klien dengan isolasi sosial menarik diri menunjukkan peningkatan interaksi sosial setelah penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) bermain kuartet.Diagnosa keperawatan utama tetap isolasi sosial menarik diri, dengan intervensi berupa strategi SP I–VI yang melatih cara berkenalan dengan orang lain.Evaluasi menunjukkan perbedaan respons terhadap implementasi keperawatan, namun secara keseluruhan terapi terbukti meningkatkan kemampuan sosialisasi pasien.

Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan studi lanjutan yang lebih mendalam untuk menguji efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok bermain kuartet dibandingkan dengan intervensi kelompok lain, seperti terapi musik, dalam meningkatkan kemampuan sosial pasien isolasi sosial; selanjutnya, penelitian longitudinal dengan jangka waktu enam bulan atau lebih dapat mengevaluasi dampak jangka panjang TAK kuartet terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup pasien, termasuk kemungkinan penurunan gejala isolasi; terakhir, penting untuk meneliti penerapan TAK kuartet pada populasi yang lebih beragam, misalnya anak remaja atau lansia, serta dalam setting non rumah sakit seperti komunitas atau layanan kesehatan primer, guna menilai adaptabilitas dan keberlanjutan intervensi tersebut.

Read online
File size210.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test