STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dan reversible untuk mencegah terjadinya konsepsi. Alat kontrasepsi yang masih menjadi pilihan pada peserta KB aktif adalah kontrasepsi hormonal. Penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping diantaranya meningkatnya berat badan. Perubahan berat badan akseptor dapat dipengaruhi oleh karakteristik dan lama penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan KB terhadap perubahan berat badan pada akseptor KB hormonal. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 93 orang. Hasil yang diperoleh dari analisis bivariat uji statistik chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0,895 > a 0,05. Kesimpulan tidak ada hubungan antara lama penggunaan KB terhadap perubahan berat badan di BPM Soraya Palembang. Saran Diharapkan petugas Kesehatan / bidan dapat memberikan konseling bahwa perubahan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lama penggunaan dan jenis kontrasepsi tetapi bias jadi disebabkan oleh faktor lain seperti pola makan yang berlebihan, kurangnya aktivitas, pengaturan tidur yang buruk dan tingkat stress yang berlebihan.

Sebagian besar responden (62,4%) menggunakan KB lebih dari satu tahun.Sebanyak 54,8% responden mengalami perubahan berat badan.Analisis chi‑square menunjukkan nilai p = 0,895 (>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan KB dengan perubahan berat badan pada akseptor di BPM Soraya Palembang.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan desain kohort longitudinal yang mengikuti perempuan pengguna KB hormonal selama dua tahun untuk memantau perubahan berat badan secara berkala serta mengukur parameter metabolik seperti kadar glukosa dan lipid, sehingga dapat menilai pengaruh jangka panjang lama penggunaan dan jenis kontrasepsi terhadap status gizi. Selain itu, sebuah percobaan intervensi dapat menguji efektivitas program konseling gizi dan aktivitas fisik yang diberikan kepada pengguna KB hormonal, dengan membandingkan kelompok yang menerima konseling versus kelompok kontrol dalam hal perubahan berat badan dan perilaku hidup sehat. Terakhir, studi komparatif antara tiga tipe kontrasepsi hormonal (pil, suntik, implan) dapat dilakukan dengan memperhitungkan variabel demografis seperti usia, paritas, dan tingkat aktivitas, untuk mengidentifikasi tipe mana yang paling berisiko menyebabkan peningkatan berat badan serta faktor‑faktor modifikasinya.

Read online
File size200.22 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test