STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang mengenai jaringan (paru-paru) yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, maupun mikroorganisme lainnya. Pneumonia terkait ventilator (VAP) masih menjadi hal serius yang harus ditangani dan dicegah. VAP dapat dicegah salah satunya melalui perawatan mulut atau Oral Hygiene. Penggunaan madu dalam oral hygiene berguna untuk mengatasi masalah kesehatan mulut. Di dalam madu terdapat kandungan zat antibakteri, zat antibiotik sekaligus desinfektan yang sangat efektif menghambat pertumbuhan bakteri patogen di dalam mulut. Jenis penelitian ini menggunakan desain pra‑experimental dengan pendekatan One Group Pre Post Test Design. Subjek studi kasus ini merupakan pasien pneumonia yang terpasang intubasi. Peneliti melakukan 4 kali observasi status kesehatan mulut menggunakan lembar observasi Oral Assessment Scale (OAS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji statistik parametrik test didapatkan p value = 0,000 (p value < 0,05) sehingga ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan setelah melakukan oral hygiene menggunakan madu terhadap status kesehatan mulut pasien pneumonia yang terpasang intubasi di ruang ICU RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Saran untuk tenaga medis khususnya perawat dapat mengaplikasikan pemberian intervensi oral hygiene menggunakan madu untuk peningkatan status kesehatan mulut pada pasien yang terintubasi yang dirawat di ruang ICU.

Penelitian dengan 35 pasien pneumonia terintubasi menunjukkan bahwa penggunaan madu dalam oral hygiene secara signifikan meningkatkan status kesehatan mulut, seperti penurunan disfungsi mulut ringan, sedang, dan berat.Pengukuran pre‑ dan post‑intervensi menggunakan Oral Assessment Scale (OAS) mengonfirmasi perbaikan skor secara statistik dengan p value < 0,05.Hal ini menegaskan peran madu sebagai agen non‑farmakologis efektif dalam meningkatkan kebersihan mulut pasien kritis di ICU.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas madu dibandingkan chlorhexidine melalui uji klinis acak multicenter untuk melihat perbedaan pada kejadian VAP, menilai secara sistematis dosis optimal dan frekuensi aplikasi madu guna memaksimalkan antibakteri lokal, serta memantau dampak jangka panjang penggunaan madu terhadap flora oral dan risiko infeksi saluran pernapasan pada pasien intubasi di ICU.

  1. Efektivitas Perawatan Mulut Menggunakan Madu Terhadap Risiko Pneumonia Aspirasi Pada Pasien Stroke Yang... ejournal.akperrspadjakarta.ac.id/index.php/JEN/article/view/40Efektivitas Perawatan Mulut Menggunakan Madu Terhadap Risiko Pneumonia Aspirasi Pada Pasien Stroke Yang ejournal akperrspadjakarta ac index php JEN article view 40
  2. 0. loading ajcc.aacnjournals.org/cgi/doi/10.4037/ajcc20113590 loading ajcc aacnjournals cgi doi 10 4037 ajcc2011359
  3. The prevalence of suspected ventilator-associated pneumonia in Scottish intensive care units - Robert... doi.org/10.1177/1751143719854984The prevalence of suspected ventilator associated pneumonia in Scottish intensive care units Robert doi 10 1177 1751143719854984
  4. IJRPS | Journal of Research in Pharmaceutical Sciences. ijrps journal research sciences skip main content ijrps.com/v11i1/1653IJRPS Journal of Research in Pharmaceutical Sciences ijrps journal research sciences skip main content ijrps v11i1 1653
Read online
File size239.44 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test