STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. MP-ASI berupa makanan padat atau cair diberikan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi. Pada usia 6-24 bulan ASI hanya menyediakan ½ kebutuhan gizi bayi. Dengan menggunakan desain penelitian survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan di Rumah Sakit Bersalin Mitra Ananda Palembang yang berjumlah 52 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling yaitu ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang berjumlah 52 responden di RS Bersalin Ananda Mitra Palembang tahun 2019. Dari 52 responden, responden yang memberikan ASI Eksklusif tepat waktu dalam pemberian MP-ASI 30 responden (57,7,%), yang tidak tepat waktu sebanyak 22 responden (42,3%). Dari 52 responden yang memberikan ASI eksklusif yang benar dalam pemberian MP-ASI sebanyak 30 responden (57,7%) dan yang tidak tepat dalam memberikan MP-ASI sebanyak 22 responden (42,3%). Di atas responden yang memberikan MP-ASI, jumlah ibu bekerja dengan jenis yang tepat dalam pemberian MP-ASI sebanyak 16 (72,7%) dan jenis yang salah sebanyak 6 responden (27,3%). Terdapat 15 (50,0%) ibu yang tidak bekerja pada jenis MP-ASI yang tepat dan ibu yang tidak memiliki jenis MP-ASI yang tepat (15,0%). Diharapkan petugas kesehatan di Rumah Sakit Bersalin Mitra Ananda dapat memberikan informasi tentang pentingnya pemberian MP ASI pada bayi.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur, paritas, dan pendidikan ibu dengan ketepatan waktu pemberian MP‑ASI, sedangkan pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan ketepatan tersebut.Faktor umur berisiko memberikan peluang hampir empat kali lebih besar terhadap ketepatan waktu, dan pendidikan tinggi meningkatkan peluang sekitar 13.Oleh karena itu, intervensi yang menargetkan peningkatan pengetahuan ibu serta memperhatikan faktor demografis diperlukan untuk memperbaiki pemberian MP‑ASI.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi gizi yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan ibu dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik MP‑ASI pada populasi ibu dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda; studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan status gizi anak selama dua tahun pertama kehidupan ketika ibu menerima konseling terarah berdasarkan faktor umur, paritas, dan pendidikan; serta penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi hambatan yang dihadapi ibu yang bekerja dalam memberikan MP‑ASI tepat waktu serta mengidentifikasi kebijakan tempat kerja yang dapat mendukung praktik menyusui dan pemberian MP‑ASI yang optimal.

Read online
File size261.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test