UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Stunting adalah bentuk kegagalan tumbuh kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi sejak kehamilan hingga usia 24 bulan. Ketidakcukupan nutrisi pada masa tumbuh kembang anak usia dini dapat menghambat perkembangan fisik, mental, dan bahkan menyebabkan kematian. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kesehatan mengambil tindakan spesifik dalam menangani dan mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah studi literatur terkait masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program percepatan penurunan stunting telah dilakukan dengan baik sesuai ketentuan dan tujuan yang ditetapkan. Namun, terdapat faktor penghambat seperti kurangnya pendidikan, ekonomi, dan pengetahuan pola asuh anak.

Hal ini terlihat dari aspek rencana atau program, di mana pemerintah provinsi telah berusaha menangani dan mencegah stunting dengan berbagai tindakan seperti pemberian F100 pada balita kasus gizi buruk, tablet Fe, tablet tambah darah pada ibu hamil, makanan tambahan pada ibu hamil, imunisasi dasar lengkap, dan pemberian makanan tambahan (PMT) balita.Aspek ketentuan dan peraturan juga terpenuhi dengan pelaksanaan program secara rutin di setiap posyandu, termasuk pemberian tablet tambah darah, vitamin A, dan makanan tambahan.Selain itu, ada SOP pemantauan pertumbuhan bayi dan balita yang menjadi acuan.Aspek tujuan atau kondisi ideal juga tercapai dengan penurunan angka stunting di Kepulauan Riau yang masuk dalam urutan ke-4 terendah di Indonesia.Berdasarkan SGGI, stunting di Kepulauan Riau sebesar 21,6% dan telah turun 11,4% sejak tahun 2021.Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program ini meliputi faktor pendukung seperti koordinasi dan kerjasama dengan berbagai dinas terkait, serta faktor penghambat seperti kurangnya pendidikan orang tua, ekonomi keluarga balita stunting, dan kurangnya pengetahuan tentang pola asuh anak.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara dengan provinsi lain di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat yang berbeda di setiap provinsi, serta mengidentifikasi strategi-strategi yang berhasil diterapkan di Kepulauan Riau dan dapat diterapkan di provinsi lain. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi berbagai pihak, seperti kader PMT, bidan desa, dan petugas gizi, dalam keberhasilan program percepatan penurunan stunting di Kepulauan Riau. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan dan strategi yang lebih efektif untuk menangani masalah stunting di tingkat nasional.

Read online
File size259.61 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test