STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Permasalahan ASI yang masih sering ditemukan di masyarakat adalah ASI tidak keluar atau ASI keluar sedikit. Keadaan ini menjadi sorotan utama karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asuhan kebidanan sesuai standar serta dapat memberikan asuhan komplementer. Studi kasus ini menggunakan metode analisis kasus berupa asuhan kebidanan kepada 3 orang pasien sebagai responden. Laporan ini menggunakan intervensi asuhan komplementer akupresure titik SI 1 dan ST36 untuk melancarkan ASI yang dilakukan di hari pertama nifas dengan melakukan tekanan searah jarum jam sebanyak 30-40x yang dilakukan sehari dua kali selama 4 hari. Hasil studi kasus menunjukkan sebagian besar asuhan telah diberikan sesuai standar, dan setelah dilakukan akupresure titik SI 1 dan ST36 terjadi peningkatan volume ASI. Diharapkan seluruh bidan dapat melakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan dan komplementer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan akupresure pada titik SI‑1 dan ST‑36, produksi ASI pada ibu nifas meningkat secara signifikan.Teknik akupresure terbukti mudah dipelajari dan dilakukan oleh ibu secara mandiri, sehingga dapat diterapkan dalam praktik kebidanan berkelanjutan.Berdasarkan wawancara dan data follow‑up, jumlah ASI yang dihasilkan meningkat setelah intervensi, menandakan efektivitas metode ini dalam melancarkan pemberian ASI.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh titik akupresure lain, seperti ST‑15, ST‑16, dan ST‑18, terhadap produksi ASI untuk menentukan kombinasi titik yang paling efektif. Selain itu, diperlukan uji klinis terkontrol dengan sampel yang lebih besar dan desain randomisasi untuk membandingkan akupresure dengan perawatan standar serta mengukur dampaknya secara statistik. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efek kombinasi akupresure dan intervensi psikososial, seperti konseling stress atau dukungan pasangan, terhadap kadar hormon prolaktin dan oksitosin serta volume ASI. Selanjutnya, studi longitudinal dapat menilai keberlanjutan manfaat akupresure pada periode laktasi hingga dua tahun pasca melahirkan. Akhirnya, analisis biaya‑manfaat dari penerapan akupresure dalam layanan kebidanan dapat memberikan gambaran ekonomis bagi kebijakan kesehatan. Hasil temuan tersebut diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah serta menjadi pedoman praktik bagi bidan dalam meningkatkan keberhasilan menyusui secara luas.

Read online
File size100.75 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test