STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Lipstik cair merupakan salah satu kosmetik yang sering digunakan oleh wanita. Adanya kandungan air pada bahan baku lipstik dapat menjadi media pertumbuhan mikroba yang baik. Penggunaan lipstik cair tester kemungkinan memiliki angka kuman yang tinggi karena sering kontak langsung dengan kulit dan bibir pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada lipstik cair tester. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Variabel pada penelitan ini adalah variabel tunggal yaitu Bakteri Staphylococcus aureus pada lipstik cair tester. Jumlah sampel sebanyak 18 sampel dari toko kosmetik di pasar dan mall wilayah Kota Samarinda. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan sebanyak 61% sampel lipstik cair tester tercemar bakteri staphylococcus aureus. Disarankan kepada masyarakat untuk memperhatikan personal hygiene agar tidak terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dengan mencuci tangan ataupun menggunakan antiseptik baik sebelum ataupun setelah mencoba lipstik cair tester.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada identifikasi bakteri Staphylococcus aureus pada Lipstik cair tester di wilayah Kota Samarinda, seperti dapat diambil kesimpulan berikut.Dari 18 sampel lipstik cair tester negatif didapatkan sebanyak 7 sampel dengan rentang lama waktu pamakaiannya selama 2-12 minggu sebanyak 39%.Sedangkan sampel yang positif bakteri Staphylococcus aureus sebanyak 11 sampel dengan rentang lama waktu pemakaian selama 2-20 minggu yaitu sebesar 61%.Angka kuman Staphylococcus aureus yang didapatkan berkisar antara 1,0 x 102 - 4,2 x 103 CFU/0,1 ml.Hasil tersebut melebihi batas cemaran kosmetika yang telah ditetapkan oleh BPOM yaitu Negatif per 0,1 g atau 0,1 mL sampel (0 CFU/0,1 ml).

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh suhu dan kelembaban terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada lipstik cair tester. Selain itu, perlu juga dilakukan studi tentang kontaminasi silang dan kontaminasi dari tangan terhadap produk lipstik cair tester. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode untuk mengurangi frekuensi kontaminasi dan mencegah berkembangnya bakteri dan jamur di dalam kosmetik. Dengan demikian, dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk kosmetik yang digunakan oleh masyarakat.

Read online
File size237.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test