UMBJMUMBJM

JNHS (Journal of Nursing and Health Sciences)JNHS (Journal of Nursing and Health Sciences)

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah berkurang dan mengakibatkan kapasitas pengangkut oksigen yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Salah satu cara untuk mengatasi anemia adalah dengan pemberian tablet besi kepada remaja putri. Program Pencegahan dan Pemberantasan Anemia Gizi Besi (PPAGB) pada remaja putri merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan yang telah diteruskan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin untuk mengurangi prevalensi anemia yang masih tinggi pada remaja putri yang pada akhirnya diharapkan dapat mengurangi prevalensi anemia. Kegiatan ini berupa pemberian tablet bersuplemen darah selama 4 bulan kepada remaja putri yang harus dikonsumsi sesuai aturan sehingga remaja putri tidak mengalami anemia gizi besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum tablet besi dan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, sampel adalah seluruh remaja putri di kelas VII, VIII dan kelas IX di SMP Negeri Tapin Tengah Kecamatan, berjumlah 90 orang menggunakan metode total populasi. Analisis data menggunakan Chi square. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian ini mengilustrasikan bahwa kepatuhan minum tablet bersuplemen darah (p value = 0.000). Nilai ini lebih kecil dari nilai alpha α = 0.05, yang berarti Ho ditolak, sehingga hipotesis penelitian diterima atau dapat diinterpretasikan bahwa kepatuhan minum tablet bersuplemen darah merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Tapin Kecamatan.

Berdasarkan hasil analisis penelitian tentang hubungan antara kepatuhan minum tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin dapat disimpulkan bahwa dari 90 responden remaja putri, yang mengkonsumsi tablet tambah darah secara patuh atau teratur sebanyak 54 responden (60%), dan yang tidak patuh atau tidak teratur sebanyak 36 responden (40%), 90 responden remaja putri yang anemia sebanyak 43 responden (47,8%) dan yang tidak anemia/normal sebanyak 47 responden (52,2%) dan hubungan kepatuhan minum tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin, berdasarkan hasil analisis uji statistic chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (alpha α = 0,05).

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti tingginya angka anemia pada remaja putri dan rendahnya kepatuhan minum tablet tambah darah, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah, seperti persepsi, pengetahuan, dan hambatan yang dihadapi. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari kepatuhan minum tablet tambah darah terhadap status gizi dan kesehatan remaja putri, serta mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berinteraksi dengan kepatuhan tersebut. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi gizi dan pendekatan perilaku dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan kepatuhan minum tablet tambah darah dan menurunkan angka anemia pada remaja putri di sekolah.

Read online
File size166.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test