UMSUMS

Law and JusticeLaw and Justice

Kemajuan pesat dalam transaksi pasar keuangan digital telah mempercepat penyebaran skema Ponzi global, yang menimbulkan ancaman serius bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Artikel ini meneliti perkembangan skema Ponzi yang melibatkan mata uang kripto, platform perdagangan daring, dan komunikasi terenkripsi yang memungkinkan pelaku menipu investor lintas negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hukum dan institusi di Indonesia dalam menghadapi skema Ponzi transnasional. Pendekatan yang digunakan adalah hukum doktrinal, dengan analisis terhadap kasus-kasus penipuan besar yang terjadi antara tahun 2020 hingga 2025, serta terhadap hukum pidana, hukum perbankan, hukum pasar modal, dan undang-undang anti pencucian uang di Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki dasar hukum yang memadai untuk menuntut pelaku skema Ponzi, proses hukum menghadapi berbagai kendala, termasuk keterbatasan yurisdiksi, kemampuan forensik digital yang belum optimal, serta tantangan kerja sama lintas negara. Lembaga-lembaga pengatur di Indonesia seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah melaporkan beberapa langkah awal, seperti pembekuan aset utama kelompok pelaku dan upaya koordinasi investigasi. Namun demikian, masih terlihat adanya kekurangan dalam kesiapan dan kapasitas teknologi. Artikel ini menyimpulkan bahwa reformasi hukum, investasi pada infrastruktur internasional yang erat, serta forensik keuangan, kolaborasi penegakan hukum, dan peningkatan kesadaran publik akan sangat penting untuk memperkuat upaya Indonesia dalam memberantas skema Ponzi digital lintas negara dan melindungi investor domestik.

Indonesias experience with cross-border Ponzi schemes emphasizes the complicated set of relationships between changing methods of digital fraud and institutional capacity to respond.a growing pool of potentially vulnerable investors - especially youth invested in crypto trading - and increasingly sophisticated fraud operations that apply various iterations of digital technology and take advantage of anonymity across borders.Although Indonesia has established a legal framework to deal with emulating Ponzi schemes as potential subject to prosecution through criminal, banking, capital market and/or trade laws, the subsequent enforcement actions are currently challenged with the jurisdictional aspects, forensic capacity and speed of co-operation by countries outside Indonesia.Agencies seem to be responding in ways - like freezing assets, warning consumers, or engaging in cooperation - through OJK, PPATK, Bappebti cooperation, but these responses developed after the Ponzi schemes-operationalized swiftly and can be enhanced to conduct coordinated approaches to coordinating an effective usage of digital platforms more generally but exploiting regulatory change.The recent legislative reform and participation in global financial intelligence networks suggest that Indonesia is on the path toward enhanced legal congruity and international cooperation.There remain human resourcing gaps, few to no digital forensic capabilities, and limited investigative capacity that inhibit the States ability to disrupt these schemes proactively.Without an offsetting amount of community-wide capacity building investment, especially in digital forensics, the legal tool kit will go under-utilized.Ultimately, reforming legal instruments will certainly upgrade the effort to combat transnational Ponzi schemes, but Indonesia must add operational readiness, regional and global coordination, and public awareness investments to inoculate their people against the continuing maturation of financial fraud.

Untuk memperkuat upaya Indonesia dalam memberantas skema Ponzi digital lintas negara dan melindungi investor domestik, diperlukan reformasi hukum, investasi pada infrastruktur internasional yang erat, serta forensik keuangan, kolaborasi penegakan hukum, dan peningkatan kesadaran publik. Selain itu, diperlukan juga peningkatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia, terutama dalam bidang forensik digital, untuk mengatasi tantangan kerja sama lintas negara dan investigasi skema Ponzi. Selain itu, diperlukan juga peningkatan kesadaran publik tentang risiko skema Ponzi dan pentingnya melaporkan aktivitas penipuan kepada otoritas yang berwenang. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat upaya dalam memberantas skema Ponzi digital lintas negara dan melindungi investor domestik.

  1. Investigating MMM Ponzi Scheme on Bitcoin | Proceedings of the 15th ACM Asia Conference on Computer and... dl.acm.org/doi/10.1145/3320269.3384719Investigating MMM Ponzi Scheme on Bitcoin Proceedings of the 15th ACM Asia Conference on Computer and dl acm doi 10 1145 3320269 3384719
  2. CRIMINAL VICTIMIZATION ON LARGE-SCALE INVESTMENT SCAM IN INDONESIA | Veritas et Justitia. criminal large... journal.unpar.ac.id/index.php/veritas/article/view/3917CRIMINAL VICTIMIZATION ON LARGE SCALE INVESTMENT SCAM IN INDONESIA Veritas et Justitia criminal large journal unpar ac index php veritas article view 3917
  3. Data Mining for Detecting Bitcoin Ponzi Schemes | IEEE Conference Publication | IEEE Xplore. data mining... ieeexplore.ieee.org/document/8525395Data Mining for Detecting Bitcoin Ponzi Schemes IEEE Conference Publication IEEE Xplore data mining ieeexplore ieee document 8525395
  4. Negative impact of Ponzi Schemes on Crypto-market | Scientific Journal of Metaverse and Blockchain Technologies.... doi.org/10.36676/sjmbt.v2.i2.30Negative impact of Ponzi Schemes on Crypto market Scientific Journal of Metaverse and Blockchain Technologies doi 10 36676 sjmbt v2 i2 30
Read online
File size465.16 KB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test