MITRAHUSADAMITRAHUSADA
Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery JournalLatar belakang: Data WHO menunjukkan bahwa 422 juta orang di dunia menderita Diabetes Melitus atau terjadi peningkatan 8,5% pada populasi penduduk sebelum usia 65 tahun (usia produktif). Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif yaitu jenis kelamin, faktor genetik, indeks massa tubuh, riwayat merokok, aktivitas fisik, dan pola makan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan survey cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sering Medan. Jumlah populasi sebanyak 437 orang dan sampel diperoleh sebanyak 82 orang. Penarikan sampel secara purposive sampling. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Sering Medan yaitu pola makan (p=0,000, r = 0,689), sedangkan faktor jenis kelamin tidak berhubungan (p=0,178). Kesimpulan: Faktor pola makan berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan (perawat) untuk rutin memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat usia produktif yang berkunjung ke puskesmas tentang faktor risiko terjadinya diabetes melitus tipe II.
Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Sering Medan.Pola makan memiliki hubungan yang signifikan dan kuat dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif.Perbaikan pola makan dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah diabetes melitus tipe II pada kelompok usia produktif.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana pola makan spesifik, seperti konsumsi makanan tinggi serat atau rendah glikemik, berdampak terhadap kadar gula darah pada kelompok usia produktif di wilayah perkotaan seperti Medan. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas intervensi edukasi gizi berbasis komunitas yang melibatkan tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat dalam mengubah kebiasaan makan masyarakat usia produktif. Ketiga, diperlukan studi lanjutan yang meneliti kombinasi faktor risiko, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan stres kerja, dalam memprediksi kejadian diabetes melitus tipe II pada kelompok usia produktif yang bekerja di sektor formal maupun informal. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih holistik mengenai determinan diabetes dan membantu merancang program pencegahan yang lebih tepat sasaran. Pendekatan longitudinal juga disarankan untuk melihat perkembangan risiko dari waktu ke waktu. Selain itu, eksplorasi preferensi makanan lokal dan akses terhadap pangan sehat perlu diteliti untuk memahami hambatan struktural dalam adopsi pola makan sehat. Penelitian juga bisa mengevaluasi peran aplikasi kesehatan digital dalam memantau dan mengubah perilaku makan. Dengan demikian, temuan dari penelitian lanjutan dapat mendukung kebijakan kesehatan yang berbasis bukti di tingkat puskesmas. Kolaborasi antara peneliti, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah akan memperkuat implementasi hasil penelitian. Penelitian yang komprehensif dan kontekstual sangat dibutuhkan untuk menekan laju peningkatan diabetes di Indonesia.
| File size | 229.01 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Hasil: Responden yang menderita acne vulgaris dengan siklus menstruasi tidak normal sebesar 40,5%, penderita dengan makanan berpengaruh sebesar 52,7%,Hasil: Responden yang menderita acne vulgaris dengan siklus menstruasi tidak normal sebesar 40,5%, penderita dengan makanan berpengaruh sebesar 52,7%,
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Sasaran kegiatan adalah 10 kader dan 16 remaja putri di Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader (skorSasaran kegiatan adalah 10 kader dan 16 remaja putri di Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader (skor
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit skabies banyak menyerang anak-anak yang penularannya dapatSkabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit skabies banyak menyerang anak-anak yang penularannya dapat
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani. Salah satu solusi alternatif adalah penggunaanHipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani. Salah satu solusi alternatif adalah penggunaan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Program ini mendapat respons positif dari peserta, dan mendorong mereka untuk terus melakukan senam hipertensi serta mengonsumsi jus mentimun secara rutinProgram ini mendapat respons positif dari peserta, dan mendorong mereka untuk terus melakukan senam hipertensi serta mengonsumsi jus mentimun secara rutin
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Senam hipertensi terbukti secara signifikan menurunkan tekanan darah pada masyarakat Banten 2, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode nonfarmakologisSenam hipertensi terbukti secara signifikan menurunkan tekanan darah pada masyarakat Banten 2, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode nonfarmakologis
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Metode pelaksanaan mencakup skrining tekanan darah, penyuluhan tentang hipertensi, serta pelaksanaan senam hipertensi secara rutin selama dua minggu. SebanyakMetode pelaksanaan mencakup skrining tekanan darah, penyuluhan tentang hipertensi, serta pelaksanaan senam hipertensi secara rutin selama dua minggu. Sebanyak
UNIBAUNIBA Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi, kemudian diuji dengan chi-square. Hasil: Hasil analisis chi-square untuk hubungan usia denganHasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi, kemudian diuji dengan chi-square. Hasil: Hasil analisis chi-square untuk hubungan usia dengan
Useful /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan pola pengasuhan orang tua dengan kecenderungan munculnya sibling rivalry pada anak-anak usia 3-5 tahun.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan pola pengasuhan orang tua dengan kecenderungan munculnya sibling rivalry pada anak-anak usia 3-5 tahun.
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Tujuan penelitian ini adalah pengenalan terhadap red flag dan green flag pada nyeri kepala, khususnya dalam populasi ibu hamil dengan menggunakan instrumenTujuan penelitian ini adalah pengenalan terhadap red flag dan green flag pada nyeri kepala, khususnya dalam populasi ibu hamil dengan menggunakan instrumen
UNIBAUNIBA Faktor bayi terdiri dari jenis kelamin, berat badan lahir rendah (BBLR), dan prematuritas pada bayi. Sedangkan faktor ibu yaitu jenis persalinan. RisikoFaktor bayi terdiri dari jenis kelamin, berat badan lahir rendah (BBLR), dan prematuritas pada bayi. Sedangkan faktor ibu yaitu jenis persalinan. Risiko
UNIBAUNIBA Latar Belakang: Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit pandemi Covid-19. Maka dari itu untuk memperkecil dan memutus rantai penyebaran Covid-19,Latar Belakang: Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit pandemi Covid-19. Maka dari itu untuk memperkecil dan memutus rantai penyebaran Covid-19,