UNPUNP

Counseling and Humanities ReviewCounseling and Humanities Review

Bullying adalah perilaku yang merugikan yang dilakukan secara berulang oleh pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah, dengan tujuan untuk mengendalikan dan memberikan perlakuan fisik dan verbal, sehingga menyebabkan rasa sakit fisik dan psikologis. Salah satu faktor yang mempengaruhi bullying adalah persepsi. Siswa yang memiliki persepsi sosial negatif terhadap siswa dengan kebutuhan khusus akan melakukan tindakan bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional deskriptif. Populasi penelitian adalah 536 siswa SMP 5 Padang yang memiliki persepsi negatif terhadap siswa dengan kebutuhan khusus, sehingga mereka melakukan tindakan bullying terhadap siswa tersebut. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Persepsi sosial siswa dengan kebutuhan khusus berada pada kategori sedang dengan persentase 47,82%, 2. Bullying berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 32,17%, 3. Ada hubungan negatif dan signifikan antara persepsi sosial siswa dengan kebutuhan khusus dengan bullying, dengan rho=-0.233 dan tingkat signifikansi 0.000.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa persepsi sosial terhadap siswa dengan kebutuhan khusus di SMP Negeri 5 Padang secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan frekuensi 110 siswa dan persentase 47,82%.Hal ini menggambarkan persepsi sosial terhadap siswa dengan kebutuhan khusus di SMP Negeri 5 Padang cenderung positif.Bullying di SMP Negeri 5 Padang secara keseluruhan berada pada kategori rendah dengan frekuensi 74 dan persentase 32,17%.Ada hubungan negatif yang signifikan antara persepsi sosial terhadap siswa dengan kebutuhan khusus dengan bullying di SMP Negeri 5 Padang dengan koefisien korelasi -0,233 dan nilai signifikansi 0,000.Artinya, semakin tinggi persepsi sosial terhadap siswa dengan kebutuhan khusus, maka semakin rendah bullying.Sebaliknya, semakin rendah persepsi sosial terhadap siswa dengan kebutuhan khusus, maka semakin tinggi tindakan bullying.

Berdasarkan hasil penelitian dan saran yang telah diberikan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Menganalisis faktor-faktor lain yang mempengaruhi persepsi sosial siswa terhadap siswa dengan kebutuhan khusus, seperti latar belakang keluarga, pengalaman pribadi, dan pengaruh media sosial. 2. Meneliti dampak bullying terhadap siswa dengan kebutuhan khusus dan cara-cara untuk mencegah dan mengatasi bullying di sekolah inklusi. 3. Mengembangkan strategi dan program intervensi bimbingan dan konseling yang efektif untuk meningkatkan persepsi sosial positif dan mengurangi bullying di sekolah inklusi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan guru BK, wali kelas, dan siswa, serta mengkaji berbagai pendekatan dan metode bimbingan dan konseling yang relevan.

  1. Hubungan persepsi sosial siswa berkebutuhan khusus dengan bullying di sekolah inklusi | Arifni | Counseling... doi.org/10.24036/000655chr2023Hubungan persepsi sosial siswa berkebutuhan khusus dengan bullying di sekolah inklusi Arifni Counseling doi 10 24036 000655chr2023
Read online
File size206.84 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test