STP IPISTP IPI

Jurnal Pelayanan PastoralJurnal Pelayanan Pastoral

Generasi Z hidup dalam lingkungan digital yang ditandai oleh arus informasi cepat, keterhubungan tanpa batas, dan dominasi media sosial dalam pembentukan identitas. Realitas ini melahirkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu kecemasan ketika individu merasa tertinggal dari pengalaman sosial yang dianggap bernilai. Dalam konteks kehidupan bergereja, FOMO tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi juga menurunkan kualitas pertumbuhan rohani generasi muda. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pastoral kontemplatif sebagai respons gereja dalam mendampingi Generasi Z yang mengalami tekanan FOMO. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dalam kerangka teologi praktis melalui wawancara mendalam terhadap 8 partisipan generasi muda aktif gereja di Manado, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi, kategorisasi, dan interpretasi teologis. Hasil penelitian menunjukkan empat pilar utama model pastoral kontemplatif, yaitu: (1) budaya keheningan, (2) pendampingan personal yang autentik, (3) komunitas non-kompetitif, dan (4) pembentukan disiplin rohani berkelanjutan. Model ini relevan sebagai pendekatan pastoral untuk memulihkan kedalaman spiritual Generasi Z di tengah tekanan budaya digital.

FOMO berpengaruh pada psikologis dan spiritualitas, menghambat kedalaman rohani.keheningan, pendampingan autentik, komunitas non‑kompetitif, dan disiplin rohani berkelanjutan.Pendekatan ini dapat memulihkan kedalaman dan otentikitas relasi dengan Tuhan dan komunitas.

Pertanyaan penelitian: Bagaimana gereja dapat mengintegrasikan praktik keheningan digital dalam layanan rutin sehingga Generasi Z dapat merasakan kedalaman spiritual secara konsisten? Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan platform media sosial khususnya keheningan virtual pada pengembangan disiplin rohani, serta bagaimana mekanisme pendampingan personal dapat dievaluasi dalam konteks kebutuhan emosional generasi muda. Serta, studi kuantitatif dapat mengukur pengaruh program komunitas non‑kompetitif terhadap tingkat kepuasan rohani dan kesehatan mental di kalangan anggota gereja Generasi Z.

  1. Do Social Network Sites Enhance or Undermine Subjective Well‐Being? A Critical Review - Verduyn... doi.org/10.1111/sipr.12033Do Social Network Sites Enhance or Undermine Subjective WellyAAAaBeing A Critical Review Verduyn doi 10 1111 sipr 12033
  2. ASSOCIATION BETWEEN SOCIAL MEDIA USE AND DEPRESSION AMONG U.S. YOUNG ADULTS - Lin - 2016 - Depression... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/da.22466ASSOCIATION BETWEEN SOCIAL MEDIA USE AND DEPRESSION AMONG U S YOUNG ADULTS Lin 2016 Depression onlinelibrary wiley doi 10 1002 da 22466
Read online
File size543.88 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test