STP IPISTP IPI

Jurnal Pelayanan PastoralJurnal Pelayanan Pastoral

Penelitian ini menganalisis konstruksi standar kecantikan “kulit putih di Indonesia melalui perspektif post-kolonialisme serta menelaah peluang pastoral Gereja Katolik sebagai penggerak diskursus. Standar kecantikan tersebut dipahami sebagai bentuk dominasi simbolik yang berakar pada warisan kolonialisme, isu ras dan gender, serta kepentingan sosial dan ekonomi‑kapitalistik yang direproduksi melalui media dan industri kosmetik. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan memanfaatkan buku‑buku dan jurnal ilmiah. Metode tersebut diperkaya dengan wawancara terstruktur terhadap orang muda Katolik untuk menggali kesadaran kritis dan potensi aksi transformatif.

Pengaruh kolonialisme menjadi penyebab utama pengembangan standar kecantikan kulit putih di Indonesia.Mendekonstruksi standar tersebut penting untuk menghilangkan kekerasan identitas dan diskriminasi.Peran Gereja sebagai penggerak diskursus tambang vital untuk mempromosikan keberagaman dan martabat perempuan Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek program pendidikan kritis berbasis media digital terhadap persepsi kulit putih di kalangan remaja; meneliti peran media sosial sebagai platform counter‑discursus dalam menguatkan citra kecantikan plural; serta mengevaluasi dampak pastoral interaktif di gereja lokal dalam perubahan identitas dan kepercayaan diri perempuan kulit gelap. Penggabungan ketiga arah ini dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang interaksi budaya, teknologi, dan praktik keagamaan dalam membentuk estetika nasional yang inklusif.

  1. PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA BAGI GURU DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN SMAK | Sapa: Jurnal Kateketik dan... doi.org/10.53544/sapa.v3i2.56PENGUATAN NILAI NILAI PANCASILA BAGI GURU DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN SMAK Sapa Jurnal Kateketik dan doi 10 53544 sapa v3i2 56
Read online
File size496.77 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test