STIPASSTIPAS
Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral KateketikTulisan ini mengulas hasil penelitian kami tentang bagaimana peran orang tua dalam bina lanjut iman anak pasca komuni pertama di Stasi Santa Clara Bana-Narui, Paroki Santo Santa Theresia Lisieux Saripoi Keuskupan Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Stasi Santa Clara Bana-Narui, pada Mei 2022. Total Informan 18 orang, yang terdiri atas 8 orang tua, 8 anak, ketua umat dan Pastor Paroki. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua tetap memperhatikan pembinaan iman anak setelah komuni pertama walaupun tidak maksimal. Hal itu disebabkan karena kurangnya pemahaman orang tua tentang makna Ekaristi untuk pertumbuhan iman anak. Menyikapi kenyataan ini, maka perlu dilaksanakan katekese keluarga tentang ekarsiti terutama bagi keluarga yang anaknya menerima komuni pertama.
Orang tua Kristiani memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendidik dan membina kehidupan anaknya (FC 36).Dalam kehidupan keluarga, orang tua berusaha semaksimal mungkin agar anaknya dapat memahami dengan benar iman yang diwariskan pada dirinya yang sudah diterima melalui rahmat pembaptisan.Setelah seorang anak dibaptis dimulailah pengajaran akan doa-doa pokok sesuai dengan usia anak yang nantinya berguna agar anak tersebut siap untuk menerima sakramen-sakramen yang ada dalam Gereja Katolik, salah satu sakramen yang diterima adalah Ekaristi.
Peneliti merekomendasikan tiga arah penelitian lanjutan berdasarkan temuan dalam studi ini. Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas katekese keluarga berbasis analisis sosial dalam meningkatkan pemahaman orang tua tentang makna sakramen Ekaristi bagi pertumbuhan iman anak. Kedua, penting untuk mempelajari dampak faktor ekonomi (seperti aktivitas berkebun karet) terhadap keterlibatan orang tua dalam pengembangan iman anak pasca komuni pertama. Ketiga, studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas model pelayanan pastoral desentral (seperti pendampingan langsung oleh pastor) dalam mendorong pembinaan iman anak di wilayah yang jauh dari pusat paroki.
| File size | 76.88 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Mh |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Hasil menunjukkan bahwa PAK efektif dalam membangun identitas peserta didik dengan mengajarkan iman, kasih, dan kebenaran Firman Tuhan, membantu merekaHasil menunjukkan bahwa PAK efektif dalam membangun identitas peserta didik dengan mengajarkan iman, kasih, dan kebenaran Firman Tuhan, membantu mereka
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong‑royong, musyawarah, dan saling menghormati terbukti dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuatSelain itu, nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong‑royong, musyawarah, dan saling menghormati terbukti dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat
UIN MATARAMUIN MATARAM Islam juga menjadi pedoman utama dalam penyelesaian konflik melalui musyawarah yang dipimpin oleh tokoh agama, menanamkan nilai keadilan, ukhuwah, danIslam juga menjadi pedoman utama dalam penyelesaian konflik melalui musyawarah yang dipimpin oleh tokoh agama, menanamkan nilai keadilan, ukhuwah, dan
UIN MATARAMUIN MATARAM Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu peneliti yang cukup besar terhadap penghormatan masyarakat muslim kepada Ahl Al Baӯt atau keturunanPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu peneliti yang cukup besar terhadap penghormatan masyarakat muslim kepada Ahl Al Baӯt atau keturunan
INDOPUBLISHINGINDOPUBLISHING Penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di tingkat akar rumput merupakan strategi vital untuk menghadapi ancaman ideologis diPenguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di tingkat akar rumput merupakan strategi vital untuk menghadapi ancaman ideologis di
OJSOJS Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) di SD Mukti Harjo Lor menunjukkan efektivitas yang tinggiPenerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TARL) di SD Mukti Harjo Lor menunjukkan efektivitas yang tinggi
UNHIUNHI Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian orang-orang yang terlibat aktif dalam tradisi Muja Wali.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian orang-orang yang terlibat aktif dalam tradisi Muja Wali.
STIPASSTIPAS 14. Kurangnya partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi14. Kurangnya partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi
Useful /
KJPUPIKJPUPI Dalam penelitian ini, dilakukan upaya untuk mempelajari analisis geomorfologis kuantitatif dan karakterisasi hidrologis dari 95 mikro-daerah aliran sungaiDalam penelitian ini, dilakukan upaya untuk mempelajari analisis geomorfologis kuantitatif dan karakterisasi hidrologis dari 95 mikro-daerah aliran sungai
OJSOJS Mengembangkan literasi digital merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sekolah untuk membekali siswa menghadapi tantangan era digital. LiterasiMengembangkan literasi digital merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sekolah untuk membekali siswa menghadapi tantangan era digital. Literasi
STIPASSTIPAS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. TeknikPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik
STIPASSTIPAS Dengan naluri sebagai homo-religio, masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsurDengan naluri sebagai homo-religio, masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsur