UKDCUKDC

Jurnal Lingkungan Karya ArsitekturJurnal Lingkungan Karya Arsitektur

Salah satu faktor yang menentukan produktivitas pabrik adalah tata letak mesin. Kelelahan yang berlebihan, proses yang tidak teratur, waktu proses yang lebih lama dapat disebabkan oleh tata letak mesin yang kurang tepat. Strategi perancangan ulang terhadap tata letak merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi kinerja pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi di pabrik furnitur, yaitu CV. Mebel Internasional Semarang. Produksi komponen-komponen furniture, berupa panel, di CV. Mebel Internasional Semarang dilaksanakan oleh bagian atau Divisi Peneling. Pada divisi ini terdapat satu unit mesin CNC, dua unit mesin table saw, satu unit mesin hot press, satu unit mesin wide belt sander dan satu unit mesin spindle moulder. Peletakan mesin-mesin produksi di divisi ini disusun atas dasar pengalaman, pada waktu proses produksi yang sesungguhnya belum terjadi. Peletakan mesin-mesin dengan cara ini, dimana belum memungkinkan adanya data terkait dengan karakter dan jumlah perlintasan komponen. Tidak adanya data terkait jumlah dan perlintasan komponen, menyebabkan belum memungkinkan untuk dilakukan penghitungan untuk memperoleh tata letak yang memberikan fungsi produksi yang optimal. Penelitian ini merupakan penelitian perancangan ulang tata letak mesin-mesin dalam rangka menemukan tata letak yang lebih efisien. Peningkatan efisiensi dilakukan melalui perbandingan bobot perpindahan komponen furnitur yang diproses dari satu mesin ke mesin pada proses berikutnya. Metode yang digunakan adalah From To Chart untuk mengetahui Bobot Perpindahan. Percobaan perancangan tata letak dilakukan melalui 3 tahap perancangan tata letak mesin. Bobot perpindahan tata letak awal sebesar 488,31. Rancangan tata letak alternatif -1 menghasilkan bobot perpindahan 331,24. Rancangan tata letak alternatif-2 menghasilkan bobot perpindahan paling kecil, yaitu 239,96. Rancangan tata letak alternatif -3 menghasilkan bobot perpindahan 247,68.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tata letak alternatif-2 memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan bobot perpindahan yang lebih kecil daripada tata letak awal Divisi Paneling.Bobot perpindahan tata letak alternatif-2 adalah 239,96, lebih kecil dari pada bobot perpindahan tata letak awal Divisi Paneling, sebesar 488,31.Guna memperoleh efiensi kerja, perlu diperhatikan tata letak fasilitas di dalam suatu bidang ruang, terutama untuk mengurangi banyaknya beban kerja yang disebabkan oleh perpindahan benda kerja.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi efisiensi proses produksi, seperti waktu proses, biaya produksi, dan kualitas produk. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menerapkan metode perancangan tata letak yang lebih kompleks dan mempertimbangkan berbagai skenario produksi yang berbeda. Dengan demikian, dapat diperoleh tata letak mesin yang lebih optimal dan efisien untuk meningkatkan produktivitas pabrik furnitur.

  1. Efisiensi Proses Produksi Melalui Desain Tata Letak Mesin Menggunakan Metode From To Chart | Jurnal Lingkungan... doi.org/10.37477/lkr.v1i1.261Efisiensi Proses Produksi Melalui Desain Tata Letak Mesin Menggunakan Metode From To Chart Jurnal Lingkungan doi 10 37477 lkr v1i1 261
  1. #fungsi produksi cobb#fungsi produksi cobb
  2. #karet biaya produksi#karet biaya produksi
Read online
File size377.18 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2bi
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test