UMPOUMPO

Istawa : Jurnal Pendidikan IslamIstawa : Jurnal Pendidikan Islam

Fase awal atau fondasi perkembangan anak dimulai sejak anak usia dini. Pada fase perkembangan inilah yang akan menjadi penentu pada fase-fase berikutnya. Perkembangan dan pembelajaran di PAUD terintegrasi ke dalam pembiasaan sehari-hari. Penanaman nilai agama dan budi pekerti menjadi hal yang sangat penting dalam membentuk karakter anak sehingga kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sangat diperlukan yaitu dengan menjalin koordinasi, komunikasi dan kolaborasi. Penulis melaksanakan penelitian dengan tujuan yaitu 1) Untuk mengetahui perencanaan kerjasama orangtua dan guru sebagai upaya peningkatan nilai agama dan budi pekerti pada anak usia dini di RA Muslimat NU 094 Kecamatan Sooko, 2) Untuk mengetahui pelaksanaan atas kerjasama tersebut dan 3) Untuk mengetahui hasil evaluasi program atau kegiatan kerjasama yang dapat meningkatkan nilai agama dan budi pekerti.

Berdasarkan hasil penelitian tentang pola kerjasama antara orang tua dan guru untuk meningkatkan nilai agama dan budi pekerti pada RA Muslimat NU 094 Kecamatan Sooko, dapat disimpulkan bahwa agar kerjasama berjalan lancar, perencanaan kerjasama harus disusun dengan baik dengan mengutamakan komunikasi terbuka, partisipasi aktif, dukungan penuh terhadap kebijakan sekolah, dan keterlibatan orang tua.Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan rapat orang tua murid, di mana berbagai ide dan pendapat dari seluruh warga sekolah dipertimbangkan.Pelaksanaan kerjasama antara orang tua dan guru berdampak pada proses pembelajaran.Faktor pendukungnya adalah kerja sama antara orang tua dan guru dalam mengintegrasikan pengembangan karakter melalui komunikasi yang baik secara berkelanjutan, sehingga optimalkan perkembangan dan pembentukan karakter anak.Antusiasme dan partisipasi dari semua pihak menjadi bukti dukungan terhadap upaya peningkatan nilai agama dan budi pekerti.namun, dalam prakteknya, tidak ada yang sempurna, dan pasti ada tantangan di luar rencana yang telah ditetapkan, termasuk salah persepsi dari orang tua terhadap program yang diterapkan, latar belakang orang tua, dan durasi komunikasi antara guru dan orang tua.Oleh karena itu, diperlukan koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi intensif antara guru dan orang tua, baik langsung maupun tidak langsung, sehingga masalah yang timbul dapat segera ditangani dan solusi ditemukan.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model kerjasama yang lebih inklusif dan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk orang tua, guru, dan anak-anak, untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan mendukung. 2. Meneliti dampak jangka panjang dari kerjasama antara orang tua dan guru terhadap perkembangan karakter dan nilai-nilai agama anak-anak, serta mengidentifikasi strategi-strategi yang efektif dalam memperkuat kerjasama ini. 3. Menganalisis tantangan-tantangan spesifik yang dihadapi dalam kerjasama antara orang tua dan guru, seperti perbedaan persepsi atau latar belakang, dan mengusulkan solusi praktis untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Read online
File size240.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test