UNPUNP

Counseling and Humanities ReviewCounseling and Humanities Review

Anak jalanan adalah suatu permasalahan yang perlu ditangani secara tepat dan cepat. Seiring dengan berlanjutnya krisis ekonomi, jumlah anak jalanan semakin meningkat. Deni dan Marjohan (2020) menjelaskan anak jalanan biasanya melakukan kegiatan selama 3-15 jam sehari di tempat umum, memiliki tingkat pendidikan rendah, putus sekolah dan berasal dari keluarga miskin, kelompok anak jalanan ini berusia antara 6-18 tahun. Fenomena pada anak jalanan yang dapat sering ditemui adalah berupa kekerasan. Kekerasan cenderung mengakibatkan penderitaan fisik, pelecehan seksual atau membahayakan jiwa, hingga merampas kebebasan seseorang (Afdal, Alizamar, Zikra & Ifdil, 2017). Kehidupan anak jalanan menurut Firman (2018) cenderung banyak terjadi kekerasan, memiiliki potensi tumbuhnya kriminalitas, serta merusak stabilitas kehidupan masyarakat. Anak jalanan rentan dapat mengalami perlakuan yang salah (child abuse). Hal tersebut diterima oleh anak jalanan dari keluarga, lingkungan sekitar, maupun dari sesama teman anak jalanan lainnya.

Penelitian ini secara keseluruhan membahas tentang jenis-jenis bullying yang dialami oleh anak jalanan di Kota Padang.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa setiap anak jalanan mengalami jenis-jenis bullying yang berbeda-beda.Berdasarkan temuan penelitian di lapangan dapat disimpulkan bahwa.(1) Bullying Langsung, jenis bullying langsung yang pernah dialami anak jalanan di Kota Padang, yaitu secara fisik berupa dipukul, didorong, disandung, dijambak, dikompas, ditarik bajunya, ditampar dikeroyok dan dipukul dengan alat.Sedangkan bullying langsung secara verbal berupa digoda, dihina, direndahkan, dipermalukan secara langsung, dimaki, diejek atau dicemooh, dimarahi, diumpat dan dilecehkan.(2) Bullying Tidak Langsung, jenis bullying tidak langsung ini berbentuk intimidasi sosial maupun cyber bullying.Adapun jenis bullying tidak langsung yang pernah dialami anak jalanan di Kota Padang, yaitu dikeluarkan dari kelompok sosial, tersebarnya desas-desus, dilecehkan melalui media komunikasi atau telpon dan diancam melalui internet.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada dampak bullying terhadap anak jalanan dan strategi intervensi yang efektif. Selain itu, perlu juga diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bullying terhadap anak jalanan, seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, dapat dikembangkan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran konselor dalam menangani masalah bullying yang dialami oleh anak jalanan. Bagaimana konselor dapat membantu anak jalanan yang menjadi korban bullying dan bagaimana konselor dapat mencegah terjadinya bullying di lingkungan anak jalanan. Penelitian ini juga dapat mengidentifikasi strategi-strategi konseling yang efektif untuk membantu anak jalanan yang mengalami bullying, baik secara individu maupun kelompok.

  1. The Relationship Self Control and Student Hedonism Behavior and Its Implications for Guidance and Counseling... bk.ppj.unp.ac.id/index.php/chr/article/view/412The Relationship Self Control and Student Hedonism Behavior and Its Implications for Guidance and Counseling bk ppj unp ac index php chr article view 412
  2. DOI Name 10.24036 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.24036DOI Name 10 24036 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 24036
Read online
File size331.7 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test