JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Pengetahuan tentang perkembangan anak serta memiliki keterampilan dalam menstimulasi mengenai kebutuhan anak pada setiap tahapan perkembangannya, agar kecerdasan anak dapat berkembang dengan maksimal sesuai usianya. usia 0-2 tahun adalah masa yang sangat penting mengingat perkembangan otak terjadi sangat pesat pada usia di bawah 2 tahun, ini disebut periode kritis perkembangan, dan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemulihan, bila ada gangguan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Anak dengan Keterampilan Ibu dalam melakukan Stimulasi usia 0-2 tahun. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi ini adalah Ibu yang mempunyai Anak usia 0-2 tahun sebanyak 40 orang. Responden adalah total populasi yang termasuk dalam kriteria inklusi sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan data pengetahuan menggunakan lembar Kuisioner dan data keterampilan menggunakan Daftar Tilik dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Selanjutnya pengolahan dan analisa data menggunakan uji statistik software SPSS yaitu uji “Chi Squaredengan menggunakan skala atau data lordinal dan nominal, dengan tingkat kemaksimalan α = 0,010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik memperoleh nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Anak dengan Keterampilan Ibu dalam melakukan Stimulasi usia 0-2 tahun.

Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu mengenai perkembangan anak dengan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi perkembangan anak pada usia 0-2 tahun.

Melihat hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan keterampilan ibu dalam stimulasi perkembangan anak usia 0-2 tahun, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperdalam pemahaman dan memberikan rekomendasi praktis yang lebih kuat. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi eksperimental yang merancang dan menguji efektivitas berbagai program intervensi edukasi. Program ini dapat berfokus pada peningkatan pengetahuan ibu, seperti lokakarya interaktif atau modul edukasi daring, sekaligus melatih keterampilan stimulasi praktis melalui simulasi atau bimbingan langsung, dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan, usia, dan kendala waktu para ibu yang bekerja, serta mengintegrasikan secara sensitif faktor budaya dan kepercayaan lokal yang mungkin bertolak belakang dengan rekomendasi kesehatan. Kedua, mengingat penelitian ini bersifat potong lintang, studi longitudinal dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dari peningkatan keterampilan stimulasi ibu terhadap pencapaian tahapan perkembangan anak secara konkret. Penelitian semacam ini dapat melacak kelompok anak dan ibu dari waktu ke waktu untuk melihat apakah intervensi pada usia dini benar-benar menghasilkan perkembangan anak yang lebih optimal, misalnya dalam aspek motorik kasar, halus, bahasa, dan sosial. Ketiga, perluasan fokus penelitian dari hanya ibu ke peran anggota keluarga lain atau komunitas juga menjadi penting. Studi dapat menyelidiki bagaimana keterlibatan ayah, kakek-nenek, atau kader kesehatan di desa dapat mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan stimulasi ibu, serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan holistik bagi perkembangan anak. Dengan demikian, penelitian di masa depan dapat memberikan strategi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak sejak dini.

  1. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Anak Dengan Keterampilan Ibu Dalam Melakukan... doi.org/10.30994/jqwh.v3i1.52Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Anak Dengan Keterampilan Ibu Dalam Melakukan doi 10 30994 jqwh v3i1 52
Read online
File size720.78 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test