UNPUNP

Counseling and Humanities ReviewCounseling and Humanities Review

Penelitian ini dipicu oleh keberadaan siswa dengan orangtua tunggal yang cenderung menghadapi kesulitan dalam belajar serta hubungan sosial, serta menunjukkan perilaku isolasi. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) menggambarkan tingkat kesadaran diri siswa dengan orangtua tunggal, (2) menggambarkan penyesuaian diri siswa tersebut, dan (3) menguji signifikansi hubungan antara kesadaran diri dan penyesuaian diri. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif; populasi terdiri dari siswa SMAN 1 Pasaman yang memiliki orangtua tunggal. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kesadaran diri dan kuesioner penyesuaian diri, sedangkan analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa (62,3 %) memiliki tingkat kesadaran diri rendah dan 58,4 % memiliki penyesuaian diri rendah. Analisis korelasi mengungkapkan adanya hubungan positif signifikan antara kesadaran diri dan penyesuaian diri (r = 0,986, tingkat signifikansi 99 %). Temuan ini menyarankan agar pihak sekolah, khususnya guru bimbingan dan konseling, meningkatkan program peningkatan kesadaran diri siswa, serta memperluas layanan konseling kelompok untuk mendukung penyesuaian diri siswa dengan orangtua tunggal.

Siswa dengan orangtua tunggal memiliki tingkat kesadaran diri rendah (62,3 %) dan penyesuaian diri rendah (58,4 %).Terdapat hubungan positif signifikan antara kesadaran diri dan penyesuaian diri (r = 0,986).Oleh karena itu, peningkatan kesadaran diri dapat memperbaiki penyesuaian diri siswa.

Pertama, peneliti selanjutnya dapat menggali variabel psikologis lain seperti dukungan sosial dan kebijakan keluarga yang mempengaruhi penyesuaian diri siswa dengan orangtua tunggal, sehingga dapat menguji apakah faktor-faktor tersebut menjadi mediator atau moderator dalam relasi antara kesadaran diri dan penyesuaian diri. Kedua, penelitian dapat diulang dengan metode campuran (mixed‑methods) menggunakan teknik wawancara mendalam serta observasi kelas, guna memperoleh pemahaman kontekstual yang lebih kaya tentang bagaimana siswa beradaptasi di lingkungan sekolah dan bagaimana guru serta keluarga dapat mendukung proses tersebut. Ketiga, disarankan untuk melakukan intervensi eksperimental dengan kelompok kontrol, di mana satu kelompok menerima program peningkatan kesadaran diri berbasis mindfulness atau coaching, sementara kelompok lain tidak; pengukuran penyesuaian diri sebelum dan sesudah intervensi akan mengukur efektivitas program secara kuantitatif dan memungkinkan rekomendasi kebijakan sekolah yang berbasis bukti.

Read online
File size255.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test