ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Kesehatan wanita di usia muda dan dewasa akan mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi organ reproduksi. Kegiatan ini bertujuan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta mengenai gangguan kesehatan reproduksi. Metode kegiatan dilakukan dalam 5 tahap kegiatan dan dilakukan secara langsung, door to door meliputi beberapa langkah yaitu: Persiapan tim, mengumpulkan data, menentukan masalah, kegiatan penyuluhan dan evaluasi. Sampel diambil seperti WUS dan PUS kategori tersebut dengan status belum menikah dan sudah menikah yaitu sebanyak 117 orang. Setelah dilakukan penyuluhan serta edukasi tentang gangguan reproduksi khususnya tentang gangguan menstruasi dan infeksi menular seksual maka diperoleh hasil bahwa WUS memiliki pengetahuan yang baik tentang gangguan reproduksi sebanyak 88 orang (60 %). Pemberian penyuluhan dan edukasi yang dilakukan secara diskusi tatap muka dalam pengabdian masyarakaat ini lebih efektif dimulai dari pemaparan materi yang berlangsung audiens dapat memperhatikan dan fokus dengan gambar tentang gangguan sistem reproduksi.

Pemberian penyuluhan dan edukasi yang dilakukan secara tatap muka langsung dalam pengabdian masyarakaat ini lebih efektif dimulai dari pemaparan materi yang berlangsung audiens dapat memperhatikan dan fokus dengan gambar tentang gangguan sistem reproduksi.Dengan dilakukan penyuluhan secara tatap muka selain mengetahui tentang pengetahuan gangguan sistem reproduksi pada WUS dapat juga terjalin silaturrahmi antar ibu-ibu warga Kelurahan Salekoe yang selanjutnya diselingi sesi tanya jawab tujuannya untuk menilai pengetahuan ibu dari hasil penyuluhan tersebut.Dan diakhir penyuluhan ditutup dengan pemeriksaan gratis yaitu mengukur tekanan darah dan menimbang berat badan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan dan perilaku WUS terkait kesehatan reproduksi, seperti tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, dan akses terhadap informasi kesehatan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai metode penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku WUS. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi WUS tentang kesehatan reproduksi, serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam merumuskan kebijakan dan program kesehatan yang lebih efektif dan berpihak pada kebutuhan WUS.

  1. Peningkatan Kesadaran Kesehatan Reproduksi Perspektif Islam dan Medis bagi Remaja Pimpinan Cabang Nasyiatul... journals.ums.ac.id/index.php/warta/article/view/13240Peningkatan Kesadaran Kesehatan Reproduksi Perspektif Islam dan Medis bagi Remaja Pimpinan Cabang Nasyiatul journals ums ac index php warta article view 13240
Read online
File size230.21 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test