ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Sanitasi dan bakti sosial ini dilaksanakan untuk meminimalisir bencana yang terjadi dengan mengoptimalkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan aliran sungai, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode observasi dan diskusi mengenai edukasi bencana. Kegiatan sanitasi dan bakti sosial ini diadakan di desa Buntu Nanna berupa edukasi sanitasi dengan memberikan pengarahan pada masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan taraf kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan pesisir aliran sungai agar meminimalisir dampak banjir. Aksi sosial yang diadakan yaitu pemungutan sampah yang berserakan di sungai dengan berjalan menyisiri aliran sungai di dusun Iri untuk selanjutnya dikumpulkan pada tempat yang sudah disiapkan.

Kesadaran masyarakat khususnya akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan masih sangat kurang karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik bekas pembungkus makanan yang dibiarkan berserakan di sekitar sungai.Sanitasi dan bakti sosial yang diadakan oleh Desa Buntu Nanna yang Edukasi Sanitasi dengan memberikan pengarahan pada lingkungan guna meningkatkan taraf kepedulian menjaga kebersihan Pesisir aliran sungai agar meminimalisir dampak banjir.Aksi sosial pemungutan sampah-sampah yang berserakan di Sungai dengan berjalan menyusiri aliran sungai di Dusun Iri untuk selanjutnya dikumpulkan pada tempat yang sudah di siapkan.

Berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan efektivitas upaya pencegahan bencana banjir di kawasan pesisir. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas berbagai metode edukasi lingkungan yang berbeda terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai, dengan fokus pada pengukuran perubahan perilaku dan tingkat partisipasi aktif dalam kegiatan sanitasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis faktor-faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi perilaku pembuangan sampah di kawasan pesisir, termasuk tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan akses terhadap fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, guna merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Ketiga, penting untuk mengembangkan model partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pencegahan banjir berbasis komunitas, dengan melibatkan tokoh masyarakat, kelompok pemuda, dan organisasi lokal sebagai agen perubahan, sehingga program yang dijalankan lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal serta berkelanjutan.

Read online
File size259.5 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test