PNJPNJ

Construction and Material JournalConstruction and Material Journal

Salah satu hal krusial dalam perencanaan bangunan tahan gempa khususnya yang menggunakan sistem struktur baja adalah perencanaan sambungan balok dan kolom pada struktur baja. Pasca gempa Northridge, regulasi dan standar perencanaan bangunan tahan gempa terus dikembangkan dan diperbaharui hingga sekarang. Dalam penelitian ini akan mengombinasikan sambungan Bolted Stiffened Extended End-Plate (BSEEP) dari studi eksperimental terdahulu dengan T-Stiffener sebagai pengganti pelat pengakunya. T-Stiffener dibuat dalam beberapa variasi untuk diteliti pengaruhnya saat diaplikasikan dalam suatu sambungan. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak ANSYS Workbench. Pemodelan modifikasi sambungan direncanakan 6 model modifikasi. Model-1 adalah sambungan awal yang disamakan dengan dengan penelitian eksperimental terdahulu. Model-2 menggunakan jenis stiffener yang sama dengan Model-1 namun dengan penambahan continuity plate. Model-3 dan Model-4 adalah model modifikasi dengan menggunakan T-Stiffener dengan tinggi vertikal 140 mm serta panjang masing-masing sebesar 120 mm dan 300 mm, yang dilas pada sayap balok dan sayap kolom. Model 5- dan Model-6 adalah variasi Model-3 dan Model-4 dengan tinggi 180 mm dan panjang masing-masing sebesar 120 mm dan 300 mm. Model-6 menghasilkan kapasitas momen terbesar pada saat rotasi 4%, yaitu 376,36 kN-m atau meningkat 27,91% dari Model-1. Dari disipasi energi, Model-6 juga memiliki disipasi energi terbesar, yaitu 2.763,39 kN.m-rad atau meningkat 18,45% dari Model-1. Semua model sambungan yang dianalisis menunjukkan kontur tegangan dan buckling yang relatif sama pada panel zone. Hal ini dapat terjadi karena ukuran profil kolom dan balok yang relatif sama. Dengan ukuran profil yang relatif sama ini membuat sambungan tidak dapat mencapai sistem strong column weak beam meskipun telah dilakukan modifikasi untuk memperkuat sambungan tersebut.

Penggunaan T-Stiffener menghasilkan kapasitas momen yang lebih besar dibandingkan model sambungan yang menggunakan stiffener biasa.Model-6 menghasilkan kapasitas momen tertinggi sebesar 376,36 kN-m atau meningkat 27,91% dari Model-1.Penggunaan T-Stiffener juga memengaruhi disipasi energi pada sambungan secara signifikan.Model-6 menghasilkan disipasi energi tertinggi sebesar 2.Semua model sambungan yang dianalisis menunjukkan kontur tegangan dan buckling yang relatif sama pada panel zone.Hal ini terjadi karena ukuran profil kolom dan balok yang relatif sama, sehingga sambungan tidak dapat mencapai sistem strong column weak beam meskipun telah dilakukan modifikasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh konfigurasi T-Stiffener yang berbeda pada sistem strong column-weak beam untuk meningkatkan kinerja seismik sambungan. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi penerapan perkuatan tambahan seperti double plate pada panel zone untuk mengurangi kegagalan di area sambungan. Terakhir, studi tentang penggunaan material alternatif untuk pelat pengaku dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan struktur terhadap gempa.

Read online
File size1.74 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test