PNJPNJ

Construction and Material JournalConstruction and Material Journal

Industri konstruksi di Indonesia menghadapi tantangan besar terkait tingginya angka kecelakaan kerja. Meskipun Pemerintah telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang diatur oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021, tren kasus kecelakaan kerja tetap meningkat signifikan setiap tahunnya. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara regulasi dan implementasi di lapangan akibat kurangnya perhatian pada faktor individu, khususnya kesadaran keselamatan pekerja di mana rendahnya kesadaran keselamatan pekerja konstruksi memberikan pengaruh besar terhadap kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator-indikator kesadaran keselamatan dan menganalisis pengaruh indikator tersebut terhadap kinerja keselamatan serta memberikan strategi yang dapat meningkatkan kondisi kesadaran keselamatan di kalangan pekerja konstruksi. Kesadaran keselamatan dalam penelitian ini dibentuk ke dalam empat variabel utama yaitu iklim keselamatan, budaya keselamatan, pengetahuan keselamatan, dan perilaku keselamatan. Kinerja Keselamatan dalam penelitian ini diukur menggunakan indikator leading dan indikator lagging. Penelitian ini akan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pakar dan pekerja konstruksi yang bekerja di proyek konstruksi gedung. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas indikator yang diusulkan membentuk kesadaran keselamatan dan memengaruhi kinerja keselamatan terdiri dari 4 variabel dan 28 indikator. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi manajemen proyek konstruksi dalam mencapai kinerja keselamatan konstruksi yang lebih optimal di masa depan.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 45 masalah keselamatan konstruksi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 (2021) dan memvalidasi empat variabel utama kesadaran keselamatan, termasuk iklim, budaya, pengetahuan, dan perilaku keselamatan, yang terdiri dari 28 indikator valid.Berdasarkan teori kesadaran Sigmund Freud, ditemukan bahwa tingkat kesadaran keselamatan di Indonesia termasuk dalam kategori Conscious, di mana hasil uji regresi membuktikan bahwa sembilan indikator spesifik memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keselamatan, termasuk tekanan kerja, kondisi kesehatan fisik dan mental pekerja, evaluasi keselamatan, tingkat pendidikan, diskusi keselamatan, pemahaman penggunaan PPE/CPE, kebiasaan kerja, dan pemberian sanksi untuk pelanggaran pekerja.Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merumuskan strategi berdasarkan validasi ahli, termasuk enam strategi prioritas tinggi, enam strategi prioritas menengah, dan sembilan strategi prioritas rendah, yang secara kolektif menjadi panduan strategis bagi manajemen proyek dalam mengoptimalkan keselamatan konstruksi di masa depan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan kesadaran keselamatan pekerja konstruksi, misalnya melalui penggunaan aplikasi pelatihan interaktif atau sistem pemantauan real-time. Selain itu, penting untuk meneliti dampak faktor budaya lokal terhadap kesadaran keselamatan, seperti perbedaan persepsi risiko antar daerah atau generasi. Terakhir, penelitian lebih lanjut bisa fokus pada evaluasi efektivitas sanksi administratif dan insentif ekonomi dalam memperbaiki perilaku keselamatan di lokasi proyek. Ketiga arah penelitian ini dapat memberikan wawasan baru untuk menyempurnakan strategi manajemen keselamatan konstruksi di Indonesia.

Read online
File size611.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test