STIPERAMUNTAISTIPERAMUNTAI

Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER AmuntaiRawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai

Tanaman kacang tanah merupakan tanaman polong-polongan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah di lahan podsolik kurang baik, problema tanah podsolik adalah reaksi tanah yang masam, kandungan Al yang tinggi, unsur hara rendah, sehingga diperlukan pengapuran dan pemupukan serta pengelolaan yang baik agar tanah menjadi produktif dan tidak rusak. Pupuk hayati merupakan alternatif penggunaan pupuk. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan podsolik di Desa Banua Tinggal Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang dimulai dari bulan April sampai Juli 2017. Penelitian bertujuan untuk (i) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kacang tanah terhadap pemberian pupuk hayati di lahan podsolik dan (ii) mendapatkan dosis pupuk hayati terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahan podsolik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 kelompok sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Pemberian pupuk hayati yaitu (h0) 0 t.ha-1 = 0 kg. petak-1, (h1) 50 t.ha-1 = 7,5 kg.petak-1, (h2) 70 t.ha-1 = 10,5 kg.petak-1, (h3) 90 t.ha-1 = 13,5 kg. petak-1. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang umur saat berbunga, jumlah polong pertanaman, berat basah polong pertanaman dan berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah dan perlakuan (h3) 90 t.ha-1 = 13,5 kg.petak-1 merupakan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah.

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap pemberian dosis pupuk hayati di lahan podsolik memberikan respon terhadap tinggi tanaman 34 dan 44 HST, jumlah daun pada umur 14, 24, 34 dan 44 HST, umur saat berbunga, jumlah polong pertanaman, berat polong basah, jumlah biji dan berat biji kering pertanaman.Sedangkan dosis terbaik pupuk hayati untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada lahan podsolik yaitu dengan dosis h3 90 g.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan jenis pupuk hayati lain seperti kombinasi mikroba penambat nitrogen dan pelarut fosfat untuk meningkatkan efisiensi nutrisi tanah. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang pemberian pupuk hayati terhadap struktur dan kesehatan tanah podsolik. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan pupuk hayati dalam kombinasi dengan bahan organik lain seperti kompos daun atau limbah pertanian untuk memperkuat efek pengayaan hara.

Read online
File size165.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test