BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL
Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala IlmiahTujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) di antara karyawan Universitas Pattimura, Ambon. Partisipan dalam penelitian ini adalah 41 karyawan di Kantor Universitas Pattimura Ambon. Data dikumpulkan menggunakan Google Form, dengan 28 item untuk Kecerdasan Emosi dan 30 item untuk OCB. Variabel Kecerdasan Emosi diukur berdasarkan lima dimensi Goleman (2000), yaitu: mengenal emosi diri, mengelola emosi, motivasi diri, empati, dan membangun hubungan. Sementara itu, variabel OCB diukur berdasarkan lima dimensi Organ (1988), yaitu: altruism, civic virtue, sportsmanship, courtesy, dan conscientiousness. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan Emosi dan OCB. Dengan kata lain, semakin tinggi Kecerdasan Emosi, semakin tinggi pula OCB karyawan. Sebaliknya, semakin rendah Kecerdasan Emosi, semakin rendah pula OCB karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Kecerdasan Emosi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan Universitas Pattimura Ambon.Semakin tinggi Kecerdasan Emosi, maka semakin tinggi Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan.Sebaliknya, semakin rendah Kecerdasan Emosi, maka semakin rendah Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran yang dapat diberikan: Manajemen Universitas diharapkan dapat memberi kesempatan kepada setiap karyawan untuk mengembangkan kecerdasan emosi mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Hal ini dapat dilakukan melalui kerja tim yang lebih intens di antara karyawan dan konsultasi rutin dengan pihak atasan. Setiap karyawan di Universitas diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan emosi mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Hal ini dapat dilakukan melalui konsultasi rutin dengan pihak atasan atau diskusi dalam tim yang lebih solid. Bagi peneliti lain, disarankan untuk menambah variabel terkait seperti self efficacy, produktivitas kerja, dan tipe kepribadian tertentu. Jika diperlukan, tambahkan juga faktor demografi. Jika memungkinkan, perlu adanya penambahan jumlah partisipan yang lebih banyak agar dapat dikembangkan ke seluruh Universitas.
| File size | 262.73 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMITRAUMITRA Berat badan balita yang berada di bawah garis merah pada KMS dapat menjadi indikator awal bahwa anak tersebut mengalami masalah gizi yaitu gizi kurangBerat badan balita yang berada di bawah garis merah pada KMS dapat menjadi indikator awal bahwa anak tersebut mengalami masalah gizi yaitu gizi kurang
AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL Populasinya adalah 31 ibu yang menghadapi menopause. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang. Teknik total sampling, pengumpulan data dengan kuesioner.Populasinya adalah 31 ibu yang menghadapi menopause. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang. Teknik total sampling, pengumpulan data dengan kuesioner.
YMPAIYMPAI Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa. Anak stunting mengurangi kualitas SDM dan daya saing Nasional. Stunting merupakan beban global menimbulkanAnak merupakan generasi penerus suatu bangsa. Anak stunting mengurangi kualitas SDM dan daya saing Nasional. Stunting merupakan beban global menimbulkan
STIAPANCAMARGAPALUSTIAPANCAMARGAPALU Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Program pencegahan stuntingTemuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Program pencegahan stunting
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Selain itu, balita sangat pasif terhadap asupan makanan sehingga balita akan bergantung pada orang tuanya. Sebagian besar balita yang mengalami wastingSelain itu, balita sangat pasif terhadap asupan makanan sehingga balita akan bergantung pada orang tuanya. Sebagian besar balita yang mengalami wasting
STIKESEUBSTIKESEUB Hasil: Sebanyak 80,4% ibu berpengetahuan baik tentang MP-ASI memiliki balita dengan status gizi baik, sedangkan hanya 31,7% ibu berpengetahuan kurang yangHasil: Sebanyak 80,4% ibu berpengetahuan baik tentang MP-ASI memiliki balita dengan status gizi baik, sedangkan hanya 31,7% ibu berpengetahuan kurang yang
DCCKOTABUMIDCCKOTABUMI Sehingga masih terdapat nilai yang cukup tinggi pada gizi lebih. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa nilai gizi balita Banjar Titih dapatSehingga masih terdapat nilai yang cukup tinggi pada gizi lebih. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa nilai gizi balita Banjar Titih dapat
PDSIPDSI Pemodelan klasifikasi dengan Algoritma C4. 5 pada Rapidminer diperoleh akurasi sebesar 95.19%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkanPemodelan klasifikasi dengan Algoritma C4. 5 pada Rapidminer diperoleh akurasi sebesar 95.19%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan
Useful /
ALFARABIALFARABI Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga komponen analisaDalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga komponen analisa
UKRIMUKRIM Terapi Perilaku Kognitif (CBT) terbukti efektif dalam menangani berbagai masalah psikologis baik di tingkat internasional maupun di Indonesia. CBT merupakanTerapi Perilaku Kognitif (CBT) terbukti efektif dalam menangani berbagai masalah psikologis baik di tingkat internasional maupun di Indonesia. CBT merupakan
UKRIMUKRIM Temuan menunjukkan bahwa lirik lagu ini menyampaikan pesan tentang penyertaan ilahi, seruan yang penuh keyakinan dan penghiburan bahwa Tuhan selalu hadir,Temuan menunjukkan bahwa lirik lagu ini menyampaikan pesan tentang penyertaan ilahi, seruan yang penuh keyakinan dan penghiburan bahwa Tuhan selalu hadir,
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Terdapat hubungan antara kelelahan kerja (sig usia = 0,029 dan lama masa kerja = 0,013) dan kelelahan kerja ditinjau dari perhitungan IFRC setelah pengujianTerdapat hubungan antara kelelahan kerja (sig usia = 0,029 dan lama masa kerja = 0,013) dan kelelahan kerja ditinjau dari perhitungan IFRC setelah pengujian