UNESAUNESA
Journal of Social Dynamics and GovernanceJournal of Social Dynamics and GovernanceTransformasi digital di pendidikan tinggi di Indonesia semakin diposisikan sebagai strategi kunci untuk mendukung SDG 4. Namun, implementasi digitalisasi belum terintegrasi sepenuhnya dengan agenda Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD). Studi kualitatif eksploratif ini bertujuan untuk memahami pengalaman dan tantangan dosen ilmu sosial dalam memanfaatkan pembelajaran digital sebagai instrumen pedagogis untuk keberlanjutan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam daring dengan tiga narasumber dari universitas yang berbeda dan dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi sebagian besar dipraktikkan sebagai transfer aktivitas kelas ke platform LMS tanpa transformasi pedagogis. Integrasi ESD tetap implisit dan tidak terstruktur di seluruh tujuan pembelajaran, desain aktivitas digital, dan penilaian. Hambatan utama termasuk kompetensi digital-pedagogi yang terbatas, rendahnya literasi digital siswa, batasan beban kerja akademik, dan insentif institusional yang lemah. Ketidaksetaraan struktural - khususnya di daerah Indonesia yang kurang berkembang dan timur - semakin memperlebar kesenjangan akses terhadap pendidikan. Diskusi ini menyoroti kesenjangan yang jelas antara retorika keberlanjutan institusional dan praktik kelas, konsisten dengan literatur global. Pembelajaran digital belum dikonsepkan sebagai sarana untuk refleksi kritis, kolaborasi, dan pembelajaran kontekstual untuk keberlanjutan.
Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran digital di pendidikan tinggi Indonesia masih dalam tahap transisi dan belum cukup matang secara pedagogis untuk mendukung Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) dan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.Meskipun platform LMS dan alat digital telah banyak diadopsi, umumnya digunakan secara minimalis - terutama untuk mengunggah materi kursus, memberikan tugas, dan menangani administrasi - daripada sebagai ekosistem pembelajaran yang merangsang refleksi kritis, kolaborasi, dan literasi sosial-lingkungan.Sehingga, digitalisasi tampak lebih sebagai pergeseran media daripada transformasi paradigma pembelajaran yang sebenarnya.Integrasi ESD dan SDG 4 ke dalam pembelajaran digital tetap implisit.Prinsip-prinsip keberlanjutan, kesetaraan, dan pembelajaran seumur hidup ada di tingkat kebijakan, tetapi belum diterjemahkan secara eksplisit ke dalam tujuan pembelajaran, desain aktivitas digital, atau penilaian berbasis LMS.Akibatnya, pembelajaran digital tetap memprioritaskan penyelesaian konten dan kepatuhan administratif, sementara potensi pedagogis transformasional ESD belum terealisasi.Kesenjangan kapasitas di antara dosen dan siswa - termasuk literasi digital yang terbatas, kompetensi pedagogi online yang tidak memadai, dan keterampilan yang lemah dalam merancang konten interaktif - menjadi hambatan utama.Sementara itu, ketidaksetaraan infrastruktur di daerah 3T dan Indonesia Timur berarti bahwa penggunaan LMS mungkin mereproduksi ketidakadilan pendidikan daripada mempromosikan akses yang adil, bertentangan dengan mandat SDG 4.Ketidakhadiran instrumen kinerja dan insentif untuk mendorong inovasi pengajaran digital melemahkan integrasi ESD.Secara keseluruhan, pembelajaran digital memiliki potensi besar sebagai kendaraan untuk pendidikan berkelanjutan, tetapi potensi ini masih tersembunyi.Oleh karena itu, diperlukan Kerangka Pedagogis Digital untuk ESD di Ilmu Sosial untuk menjembatani teknologi, pedagogi, dan keberlanjutan agar digitalisasi menjadi praktik pendidikan yang adil, kontekstual, dan transformasional.
Untuk mendorong implementasi ESD yang efektif dalam pembelajaran digital, penelitian lanjutan dapat mengusulkan strategi pengembangan profesional yang sistematis bagi dosen ilmu sosial. Strategi ini dapat mencakup pelatihan khusus dalam pedagogi digital dan ESD, seperti pembelajaran berbasis masalah online, forum diskusi kritis, dan penilaian otentik berbasis LMS. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mengintegrasikan isu-isu keberlanjutan yang relevan secara lokal ke dalam pembelajaran asinkron di daerah Indonesia Timur. Hal ini dapat membantu mengkontekstualisasikan ESD sebagai modal belajar spesifik wilayah, bukan sebagai diskursus impor. Selain itu, penelitian dapat mengusulkan kerangka governance organisasi yang adaptif untuk mendukung transformasi digital yang berkelanjutan. Kerangka ini dapat mencakup kepemimpinan yang visioner, kebijakan adaptif, dan sistem insentif internal untuk mendorong inovasi pedagogi dan pengakuan terhadap penggunaan LMS yang inovatif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan praktik pembelajaran digital yang transformasional dan berkelanjutan di pendidikan tinggi Indonesia.
- Validate User. validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take... doi.org/10.1108/TQM-06-2022-0197Validate User validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take doi 10 1108 TQM 06 2022 0197
- Education for Sustainable Development in Higher Education Rankings: Challenges and Opportunities for... mdpi.com/2071-1050/14/9/5102Education for Sustainable Development in Higher Education Rankings Challenges and Opportunities for mdpi 2071 1050 14 9 5102
| File size | 506.13 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAUINSA Paham keagamaan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan formal dan nonformal. Namun, tidak semua hal tersebut membawa pesan kedamaian. Penelitian menunjukkanPaham keagamaan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan formal dan nonformal. Namun, tidak semua hal tersebut membawa pesan kedamaian. Penelitian menunjukkan
UIN SGDUIN SGD Dengan menyoroti peran masyarakat sipil dalam pembentukan kebijakan, studi ini menerangi bagaimana perencanaan advokasi dapat mendorong pembangunan berkelanjutanDengan menyoroti peran masyarakat sipil dalam pembentukan kebijakan, studi ini menerangi bagaimana perencanaan advokasi dapat mendorong pembangunan berkelanjutan
UMTSUMTS Algoritma media sosial memperbesar visibiltas komentar emosional, yang selanjutnya memperkuat stigma. Dampaknya, warga Sukolilo mengalami diskriminasiAlgoritma media sosial memperbesar visibiltas komentar emosional, yang selanjutnya memperkuat stigma. Dampaknya, warga Sukolilo mengalami diskriminasi
UMTSUMTS Integrasi nilai-nilai yang terkandung dalam upacara wuat wai ke dalam kurikulum pendidikan formal sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis kearifanIntegrasi nilai-nilai yang terkandung dalam upacara wuat wai ke dalam kurikulum pendidikan formal sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis kearifan
UMTSUMTS Pengembangan desa wisata pesisir di Indonesia menghadapi tantangan ganda: menjaga keberlanjutan ekologi dan budaya lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraanPengembangan desa wisata pesisir di Indonesia menghadapi tantangan ganda: menjaga keberlanjutan ekologi dan budaya lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan
UMTSUMTS Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya kapasitas eks PMI dalam membangun kehidupan berkelanjutan setelah kembali ke daerah asal, terutama karenaPermasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya kapasitas eks PMI dalam membangun kehidupan berkelanjutan setelah kembali ke daerah asal, terutama karena
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada upaya untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam kebijakan tata kelolaHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada upaya untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam kebijakan tata kelola
IWIIWI Proses nasional dalam membuat kebijakan penanganan perubahan iklim yang bersifat lintas sektor, sering kali tidak ada suatu sistem koordinasi antar lembagaProses nasional dalam membuat kebijakan penanganan perubahan iklim yang bersifat lintas sektor, sering kali tidak ada suatu sistem koordinasi antar lembaga
Useful /
PELITABANGSAPELITABANGSA Selain itu, performa sistem tetap efisien dengan waktu enkripsi dan dekripsi yang singkat, sehingga tidak mengganggu pengalaman pengguna. Dengan demikian,Selain itu, performa sistem tetap efisien dengan waktu enkripsi dan dekripsi yang singkat, sehingga tidak mengganggu pengalaman pengguna. Dengan demikian,
PELITABANGSAPELITABANGSA Dataset yang digunakan terdiri dari tiga kelas, yaitu Normal, Mengantuk, dan Microsleep, dengan total 2. 052 citra hasil augmentasi. Untuk meningkatkanDataset yang digunakan terdiri dari tiga kelas, yaitu Normal, Mengantuk, dan Microsleep, dengan total 2. 052 citra hasil augmentasi. Untuk meningkatkan
UMTSUMTS Di sisi lain, norma sosial seringkali dilanggar karena adanya klaim kepemilikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran PPAT dalam dan keabsahanDi sisi lain, norma sosial seringkali dilanggar karena adanya klaim kepemilikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran PPAT dalam dan keabsahan
UMTSUMTS Selain itu, gaya kepemimpinan transformasional juga berperan penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Faktor-faktor yang palingSelain itu, gaya kepemimpinan transformasional juga berperan penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Faktor-faktor yang paling