PELITABANGSAPELITABANGSA
Prosiding Sains dan TeknologiProsiding Sains dan TeknologiKantuk pengemudi merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering tidak terdeteksi secara dini, khususnya pada kendaraan operasional dan komersial. Kondisi ini menyebabkan penurunan kewaspadaan, waktu reaksi, serta kemampuan pengambilan keputusan pengemudi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dengan tingkat keparahan tinggi. Penelitian ini mengembangkan SIGAP (Sistem Identifikasi Gejala Kantuk Pengemudi) sebagai sistem berbasis visi komputer yang bertujuan mengidentifikasi gejala kantuk pengemudi menggunakan algoritma deteksi objek YOLOv11. Sistem SIGAP dirancang untuk memberikan peringatan berbasis durasi, yaitu alarm ringan ketika kondisi kantuk terdeteksi selama 1,5 detik dan alarm berulang apabila durasi deteksi melebihi 3 detik. Dataset yang digunakan terdiri dari tiga kelas, yaitu Normal, Mengantuk, dan Microsleep, dengan total 2.052 citra hasil augmentasi. Untuk meningkatkan keandalan evaluasi model, dataset dibagi ulang dengan proporsi 70% data latih (1.436 citra), 20% data validasi (410 citra), dan 10% data uji (206 citra). Proses pelatihan dilakukan menggunakan arsitektur YOLOv11n dengan ukuran input 640×640 piksel. Hasil pengujian pada data validasi menunjukkan performa deteksi yang baik dengan nilai precision sebesar 0,958, recall 0,934, mAP@50 sebesar 0,972, dan mAP@50–95 sebesar 0,708, yang menunjukkan kemampuan model dalam mengidentifikasi gejala kantuk pengemudi secara akurat dan konsisten. Berdasarkan hasil tersebut, sistem SIGAP berpotensi digunakan sebagai sistem pendukung keselamatan berkendara untuk membantu mendeteksi gejala awal kantuk pengemudi secara real-time. Pengembangan lanjutan disarankan untuk pengujian lapangan yang lebih luas serta integrasi dengan perangkat peringatan dan sistem kendaraan guna meningkatkan efektivitas pencegahan kecelakaan lalu lintas.
Penelitian ini berhasil mengembangkan Model SIGAP sebagai sistem identifikasi gejala kantuk pengemudi berbasis visi komputer menggunakan algoritma YOLOv11 yang menunjukkan kinerja deteksi yang tinggi dan stabil.Hasil pelatihan menghasilkan nilai precision hingga 0,966, recall mencapai 0,962, mAP@50 sebesar 0,970, dan mAP@50–95 sebesar 0,708, yang menunjukkan kemampuan model dalam mendeteksi kondisi Normal, Mengantuk, dan Microsleep secara akurat.Pengujian operasional sistem menunjukkan bahwa mekanisme alarm berbasis durasi bekerja sesuai spesifikasi, dengan tingkat akurasi aktivasi alarm mencapai 100% pada pengujian terkontrol.Berdasarkan hasil tersebut, Model SIGAP berpotensi diterapkan sebagai sistem pendukung keselamatan berkendara secara real-time, khususnya pada kendaraan operasional dan komersial.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan penerapan sistem SIGAP secara lebih luas. Pertama, perlu dilakukan pengujian lapangan yang ekstensif pada berbagai kondisi berkendara nyata, termasuk variasi pencahayaan, cuaca, dan jenis kendaraan, untuk memvalidasi kinerja sistem dalam lingkungan operasional yang sesungguhnya. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model deteksi yang lebih robust terhadap variasi pose wajah dan ekspresi pengemudi, misalnya dengan memanfaatkan teknik augmentasi data yang lebih canggih atau mengintegrasikan informasi dari sensor multimodal seperti EEG atau detak jantung. Ketiga, eksplorasi integrasi sistem SIGAP dengan sistem bantuan pengemudi (ADAS) yang ada pada kendaraan modern, seperti sistem peringatan tabrakan atau kontrol adaptif, dapat meningkatkan efektivitas pencegahan kecelakaan secara keseluruhan dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi pengemudi.
| File size | 443.13 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PELITABANGSAPELITABANGSA Oleh karena itu, diperlukan evaluasi struktural lebih komprehensif, termasuk pemodelan analisis berbasis kinerja dan verifikasi detailing elemen, sertaOleh karena itu, diperlukan evaluasi struktural lebih komprehensif, termasuk pemodelan analisis berbasis kinerja dan verifikasi detailing elemen, serta
PELITABANGSAPELITABANGSA Konsep ini berpotensi menjadi alternatif pengembangan agrowisata di wilayah agraris Indonesia. Penelitian perancangan ini menyimpulkan bahwa konsep ArsitekturKonsep ini berpotensi menjadi alternatif pengembangan agrowisata di wilayah agraris Indonesia. Penelitian perancangan ini menyimpulkan bahwa konsep Arsitektur
PELITABANGSAPELITABANGSA Analisa dari penataan permukiman kumuh diperoleh dari segi fisik bentuk rumah, pola sirkulasi, fungsi ruang bersama. Analisa penataan dari segi non fisikAnalisa dari penataan permukiman kumuh diperoleh dari segi fisik bentuk rumah, pola sirkulasi, fungsi ruang bersama. Analisa penataan dari segi non fisik
PELITABANGSAPELITABANGSA Perancangan Marine Research Center di Paciran ini bertujuan untuk mewujudkan pusat penelitian, edukasi, dan konservasi kelautan yang menerapkan prinsipPerancangan Marine Research Center di Paciran ini bertujuan untuk mewujudkan pusat penelitian, edukasi, dan konservasi kelautan yang menerapkan prinsip
PELITABANGSAPELITABANGSA Perkembangan kawasan industri di Cikarang, Bekasi, menyebabkan meningkatnya kebutuhan hunian sewa bagi karyawan industri. Namun, tingginya kebutuhan hunianPerkembangan kawasan industri di Cikarang, Bekasi, menyebabkan meningkatnya kebutuhan hunian sewa bagi karyawan industri. Namun, tingginya kebutuhan hunian
PELITABANGSAPELITABANGSA Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal di wilayah beriklim tropis, di mana suhu lingkungan yang tinggi sering menurunkanKenyamanan termal merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal di wilayah beriklim tropis, di mana suhu lingkungan yang tinggi sering menurunkan
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Dengan demikian, usaha budidaya ikan lele dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pasar dan memperoleh akses permodalan yang lebih baik. Dari hasilDengan demikian, usaha budidaya ikan lele dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pasar dan memperoleh akses permodalan yang lebih baik. Dari hasil
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Uji hipotesis secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan keputusan H1 dan H3 diterima artinya terdapat pengaruhUji hipotesis secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan keputusan H1 dan H3 diterima artinya terdapat pengaruh
Useful /
PELITABANGSAPELITABANGSA Dengan demikian, sistem ini telah memenuhi prinsip dasar keamanan informasi yaitu kerahasiaan (confidentiality) dan integritas (integrity), serta dapatDengan demikian, sistem ini telah memenuhi prinsip dasar keamanan informasi yaitu kerahasiaan (confidentiality) dan integritas (integrity), serta dapat
PELITABANGSAPELITABANGSA Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kombinasi algoritma kriptografi Hill Cipher dan teknik steganografi mampu meningkatkanBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kombinasi algoritma kriptografi Hill Cipher dan teknik steganografi mampu meningkatkan
PELITABANGSAPELITABANGSA Sistem ini dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai otak pemroses data dan sensor PZEM-004T untuk mengukur parameter kelistrikan secara presisi,Sistem ini dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai otak pemroses data dan sensor PZEM-004T untuk mengukur parameter kelistrikan secara presisi,
PELITABANGSAPELITABANGSA Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan Sistem Informasi Terkini Kerja Sama Daerah (SIMFONI KESADA) berbasis website dengan framework Laravel, yang mencakupUntuk mengatasi masalah ini, dikembangkan Sistem Informasi Terkini Kerja Sama Daerah (SIMFONI KESADA) berbasis website dengan framework Laravel, yang mencakup