UNSRIUNSRI

IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Industri tekstil di Indonesia tidak hanya berkategori industri skala besar dan menengah, tetapi juga dalam skala kecil dan industri skala rumah tangga (home industry). Hal ini menyebabkan polusi yang disebabkan oleh industri tekstil, terutama akibat dari pencelupan zat warna tekstil tidak hanya terjadi di kawasan industri tetapi juga di pemukiman padat penduduk. Untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang terjadi diperlukan suatu usaha untuk mengolah limbah hasil industri tekstil. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair menggunakan metode elektrokoagulasi dan diharapkan dapat menurunkan konsentrasi atau bahaya yang ditimbulkan oleh limbah sehingga memenuhi baku mutu lingkungan. Perlakuan limbah cair dengan metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda aluminium berukuran 11x10,5 cm berjumlah 4 buah dengan tipe konfigurasi MP-P (Monopolar-Parallel) dalam waktu 120 menit. Parameter yang diukur yaitu kadar kromium, TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), pH, warna dan kekeruhan dimana variasi tegangan 10, 13, 15, 17, dan 20 volt dengan variasi jarak elektroda yang digunakan 1,5; 2,0; dan 2,5 cm. Kondisi terbaik diperoleh pada jarak elektroda 1,5 cm dengan tegangan 20 volt. Efektivitas metode untuk menurunkan nilai kekeruhan hingga 99,84%; warna 99,33%, kadar kromium 62,5%; TSS 33,68%; TDS 66,59% serta menaikan pH dari 5,64 menjadi 8,10.

Proses elektrokoagulasi untuk mengurangi polutan dalam limbah cair industri jumputan selama 120 menit dengan jarak elektroda 1,5 cm dan tegangan 20 volt.Efektivitas metode elektrokoagulasi dalam mengurangi tingkat polutan pada limbah cair industri tekstil diperoleh untuk kekeruhan 99,84%, TDS 66,59%, TSS 33,68%, warna 99,33%, dan kadar logam kromium 62,5%.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan bahan elektroda alternatif seperti besi atau titanium untuk membandingkan efektivitasnya dalam menurunkan polutan. Selain itu, parameter optimal seperti jarak elektroda dan tegangan dapat dikaji ulang untuk limbah tekstil berbeda dengan jenis zat warna yang beragam. Penelitian juga perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang dari proses elektrokoagulasi terhadap kualitas air dan potensi pengendapan logam berat di lingkungan sekitar. Ketiga arah penelitian ini bertujuan mengembangkan metode yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah tekstil skala kecil hingga menengah.

Read online
File size309.76 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test