UNSRIUNSRI

IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Penelitian ini menggunakan sistem pengolahan limbah air amonia dengan 6 saluran dan sistem batch-continuous menggunakan elektrolisis. Kandungan amonia dalam limbah cair sebelum dan sesudah elektrolisis dianalisis menggunakan metode Nessler dan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 460 nm. Limbah cair amonia dengan kandungan amonia antara 18.000-22.000 ppm digunakan sebagai sampel uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi amonia setiap kali secara langsung proporsional terhadap jumlah arus kuat dan jumlah sel elektroda yang diterapkan. Perbedaan jumlah, dengan menggunakan 1 pasang sel dapat mengurangi 49,19%, 3 pasang sel sebesar 67,89%, dan 5 pasang sel sebesar 85,08%. Dalam variasi arus listrik, 1; 5; 10; dan 15 ampere masing-masing menghasilkan 34,03%; 55,99%; 67,68% dan 83,28%. Pada variasi laju alir 250; 500; 750; 1.000; dan 1.250 mL/menit menghasilkan penurunan konsentrasi amonia yang relatif sama, yaitu antara 82 hingga 84%. Tingkat penurunan konsentrasi amonia pada level cairan mencapai 85,08% dengan menggunakan variasi 5 pasang sel elektroda dengan arus kuat 15 ampere. Laju alir yang digunakan adalah 250 mL/menit, proses elektrolisis dilakukan selama 8 jam. Modifikasi sistem pengolahan limbah dengan metode elektrolisis ini layak digunakan untuk pengolahan limbah cair amonia.

Modifikasi pengolahan limbah air amonia menggunakan metode elektrolisis memiliki potensi untuk mengurangi konsentrasi amonia dalam limbah cair amonia.Pengukuran menggunakan 5 pasang sel elektroda dengan arus kuat 15 ampere, laju alir yang digunakan adalah 500 mL/menit dengan elektroda elektrolisis dari baja tahan karat dilakukan selama 8 jam untuk mengurangi konsentrasi amonia sebesar 85,08%.Dengan demikian, metode elektrolisis untuk mengurangi konsentrasi amonia dalam limbah cair amonia layak diterapkan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan bahan elektroda alternatif seperti karbon atau bahan komposit untuk meningkatkan efisiensi proses elektrolisis. Selain itu, perlu dilakukan optimasi parameter seperti waktu elektrolisis dan variasi konsentrasi limbah amonia untuk menguji keefektifan metode ini pada kondisi berbeda. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi integrasi sistem elektrolisis dengan teknologi pemrosesan limbah lainnya, seperti penggunaan energi terbarukan untuk mendukung proses elektrolisis secara berkelanjutan.

Read online
File size353 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test