PANCABHAKTIPANCABHAKTI

Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ)Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ)

Henti jantung dan henti napas serta tersedak (choking) dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga membutuhkan pertolongan segera dari orang-orang terdekat sebelum bantuan medis tiba. Kader kesehatan di tingkat desa memiliki peran strategis sebagai penggerak pertama dalam kondisi kegawatdaruratan di lingkungan masyarakat, namun pengetahuan dan keterampilan mereka mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan manajemen tersedak masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran dalam melakukan BHD dan penanganan tersedak. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025 dengan metode penyuluhan, demonstrasi, dan redemonstrasi menggunakan media slide presentasi dan leaflet. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan desa yang berjumlah 20 orang. Evaluasi membandingkan pengetahuan peserta sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan kompresi dada, pemeriksaan kesadaran korban, serta teknik back blow, abdominal thrust, dan chest thrust untuk penanganan tersedak. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan BHD dan manajemen tersedak efektif meningkatkan kesiapsiagaan kader kesehatan desa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Manajemen Tersedak bagi kader kesehatan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran telah terlaksana dengan baik dan lancar sesuai rencana.Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan henti jantung, henti napas, dan tersedak, serta mampu melakukan langkah-langkah pertolongan dasar seperti kompresi dada, back blow, abdominal thrust, dan chest thrust secara lebih percaya diri.Berdasarkan hasil kegiatan, disarankan agar pelatihan serupa dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, tidak hanya sebagai kegiatan sekali waktu, mengingat keterampilan psikomotor memerlukan pengulangan agar tidak mudah terlupakan.Selain itu, cakupan kegiatan perlu diperluas ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Gedong Tataan, serta perlu dipertimbangkan pembentukan kelompok kader siaga bencana dan kegawatdaruratan yang secara rutin mendapatkan pembaruan pengetahuan dan simulasi dari institusi kesehatan setempat.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, disarankan agar pelatihan bantuan hidup dasar dan manajemen tersedak dilaksanakan secara berkelanjutan dan rutin. Pelatihan ini dapat diperluas ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Gedong Tataan, serta mempertimbangkan pembentukan kelompok kader siaga bencana dan kegawatdaruratan. Selain itu, penting untuk terus melakukan evaluasi dan pembaruan pengetahuan serta simulasi dari institusi kesehatan setempat agar kader kesehatan dapat memberikan pertolongan pertama yang efektif dan tepat.

Read online
File size368.76 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test