PNJPNJ

Construction and Material JournalConstruction and Material Journal

Pada Jalan Tol Ulujami – Pondok Ranji STA 03 150 terdapat sebuah jembatan yang opritnya mengalami penurunan yang menyebabkan ketidaknyamanan saat melintas di bahu jalannya. Penyebab penurunan tersebut diduga akibat adanya pergerakan struktur tanah bawah jalan sehingga menimbulkan terjadinya ketidakstabilan bangunan diatasnya. Tujuan studi adalah untuk mengetahui nilai faktor keamanan dinding penahan tanah dengan perkuatan bronjong terhadap kelongsoran, stabilitas geser, guling, dan daya dukung tanah, serta penurunan. Perhitungan tekanan tanah dinding ini menggunakan Teori Rankine. Untuk perhitungan stabilitas terhadap daya dukung tanah menggunakan persamaan Terzaghi. Perhitungan stabilitas dinding terhadap kelongsoran menggunakan metode Fellenius dan perangkat lunak Plaxis 8.6. Penurunan yang dihitung adalah penurunan konsolidasi primer dan sekunder. Hasil perhitungan stabilitas pada dinding penahan gravitasi didapatkan bahwa dimensi dinding tersebut tidak aman terhadap geser dan guling yaitu Fgl = 0,110 ≤ 1,5 dan Fgs = 0,205 ≤ 1,5. Serta penurunan yang terjadi sebesar 57,8 cm selama 62,704 tahun. Dari hasil perhitungan faktor keamanan stabilitas guling dan geser pada dinding penahan gravitasi tersebut, maka direncanakan perbesaran dimensi dinding agar aman terhadap geser dan guling. Didapati faktor keamanannya terhadap geser dan guling menjadi Fgs = 2,225 ≥ 1,5 dan Fgl = 1,740 ≥ 1,5.

Dari hasil analisis dinding penahan tanah pada Jalan Tol Ulujami – Pondok Ranji Ramp Bintaro Viaduct, maka di dapat.Nilai faktor keamanan dinding penahan tanah dengan perkuatan bronjong terhadap kelongsoran pada setiap tingkatannya.Dengan metode Fellenius faktor keamanan paling kritis didapati sebesar 1,48 b.6 faktor keamanan paling kritis didapati sebesar 1,13 pada lereng dengan dinding penahan bronjong dan pasangan.Nilai faktor keamanan dinding penahan tanah dengan perkuatan bronjong terhadap stabilitas geser, guling, dan daya dukung tanah dapat dilihat pada Tabel 7.Penurunan total = Sc Ss = 33,5 24,3 = 57,8 cm yang terjadi selama 62,704 tahun.Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan pengendara saat melintasi bahu jalan tol.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat membandingkan efektivitas bronjong dengan material perkuatan lain seperti geotekstil atau batu koral untuk meningkatkan stabilitas dinding penahan tanah dalam kondisi tanah berbeda. Kedua, perlu dilakukan studi tentang pengaruh jangka panjang dari penurunan tanah terhadap keamanan struktur jalan tol, terutama dalam kondisi hujan berkepanjangan yang mempercepat konsolidasi. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain dinding penahan dengan kombinasi bronjong dan sistem drainase yang lebih efisien untuk mengurangi penurunan yang terjadi. Dengan tiga arah penelitian ini, diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan infrastruktur jalan tol di Indonesia.

Read online
File size750.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test