PNJPNJ
Construction and Material JournalConstruction and Material JournalBeton merupakan material yang tersusun atas campuran semen, agregat halus, agregat kasar, dan air. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi, namun lemah terhadap gaya tarik sehingga memerlukan tulangan untuk meningkatkan kemampuan lenturnya. Tulangan baja umum digunakan, tetapi biaya dan keterbatasan ketersediaannya mendorong pencarian material alternatif. Penelitian ini mengkaji penggunaan anyaman bambu ampel sebagai pengganti tulangan baja pada pelat beton. Bilah bambu berukuran 56 × 2 × 0,2 cm direndam selama tiga minggu, kemudian dianyam menjadi empat variasi, yaitu anyaman silang tunggal rapat, anyaman renggang satu lapis, anyaman renggang dua lapis, serta pelat referensi bertulangan baja D8. Jumlah benda uji sebanyak tiga belas buah, terdiri atas tiga benda uji untuk setiap variasi anyaman bambu dan tiga benda uji pembanding bertulangan baja. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi kapasitas lentur dan pola retak berdasarkan hasil eksperimen serta analisis teori garis leleh. Variasi anyaman renggang dua lapis menghasilkan kapasitas lentur rata-rata tertinggi sebesar 4,85 kN·m, sedangkan pelat bertulangan baja mencapai 8,90 kN·m. Pola retak yang diamati umumnya berbentuk retak berpotongan yang diawali dari bagian tengah pelat dan menyebar menuju tepi pelat, sesuai dengan teori garis leleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anyaman bambu ampel berpotensi digunakan sebagai alternatif tulangan, meskipun kapasitasnya masih lebih rendah dibandingkan tulangan baja.
Penelitian menunjukkan bahwa variasi pola anyaman bambu ampel memengaruhi kuat lentur pelat beton, namun kuat lentur tulangan baja diameter 8 mm masih lebih tinggi dibandingkan anyaman bambu dengan nilai tertinggi anyaman silang tunggal renggang 2 lapis sebesar 4,85 KN.Pola retak yang diamati secara konsisten adalah jenis berpotongan, berawal dari tengah bentang dan menyebar ke seluruh bagian pelat, sesuai dengan teori garis leleh.Perhitungan teoritis juga mengonfirmasi pola retak berpotongan sebagai model yang paling mendekati hasil pengujian, dengan rasio penulangan turut memengaruhi kekuatan pelat beton.
Mengingat potensi anyaman bambu ampel sebagai tulangan alternatif meskipun kapasitasnya masih di bawah baja, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk meneliti pengaruh berbagai metode perlakuan bambu, bukan hanya perendaman tiga minggu, melainkan juga penggunaan bahan pelapis alami atau kimiawi untuk meningkatkan ikatan antara bambu dan beton, mengurangi penyerapan air, serta meningkatkan daktilitas bambu agar tidak rapuh saat putus. Penelitian ini bisa membandingkan efektivitas perlakuan berbeda terhadap sifat mekanik dan durabilitas jangka panjang pelat beton bertulang bambu. Kedua, mengingat temuan bahwa pola anyaman dan rasio tulangan memengaruhi kekuatan, studi selanjutnya dapat fokus pada optimasi desain pola anyaman yang lebih kompleks atau hibrida, misalnya kombinasi anyaman bambu dengan serat alami lain atau tulangan baja minimal, untuk mencapai kapasitas lentur yang lebih mendekati tulangan baja dengan tetap mempertahankan keuntungan biaya dan keberlanjutan. Ini juga dapat mencakup pengembangan metode pengecoran khusus untuk anyaman bambu yang rapat guna memastikan pengisian agregat yang optimal. Terakhir, untuk memahami kelayakan jangka panjang, penelitian perlu diperluas untuk menguji performa pelat beton bertulang bambu di bawah kondisi beban siklik atau jangka panjang, termasuk evaluasi ketahanan terhadap retak fatik, creep, susut, serta pengaruh lingkungan seperti kelembaban dan suhu terhadap integritas strukturalnya, yang akan memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai potensi aplikasi praktis material ini dalam konstruksi.
| File size | 777.18 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UIGMUIGM Sifat pozzolanik pada ASP, kaya akan silika, bereaksi dengan kalsium hidroksida hasil hidrasi semen untuk membentuk gel C-S-H tambahan. Gel ini berfungsiSifat pozzolanik pada ASP, kaya akan silika, bereaksi dengan kalsium hidroksida hasil hidrasi semen untuk membentuk gel C-S-H tambahan. Gel ini berfungsi
UNJAUNJA Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui observasi dan analisis dokumen berupa naskahPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui observasi dan analisis dokumen berupa naskah
PNJPNJ Penelitian ini akan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pakar dan pekerja konstruksi yang bekerja di proyek konstruksiPenelitian ini akan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pakar dan pekerja konstruksi yang bekerja di proyek konstruksi
POLNAMPOLNAM Rencana anggaran biaya (RAB) untuk proyek Rehabilitasi Rumah Dinas Hubdam XVI/Pattimura Ambon untuk total jumlah harga adalah Rp3,335,426,993.63 dibulatkanRencana anggaran biaya (RAB) untuk proyek Rehabilitasi Rumah Dinas Hubdam XVI/Pattimura Ambon untuk total jumlah harga adalah Rp3,335,426,993.63 dibulatkan
PNJPNJ Pervious Paving (Paving Berpori) adalah material konstruksi yang terbuat dari semen, air, agregat dan bahan campuran lainnya. Paving berpori dapat diaplikasikanPervious Paving (Paving Berpori) adalah material konstruksi yang terbuat dari semen, air, agregat dan bahan campuran lainnya. Paving berpori dapat diaplikasikan
PNJPNJ Aspal yang dimodifikasi dengan limbah plastik HDPE yang memenuhi Spesifikasi Umum Divisi VI Revisi 3, Bina Marga, 2010 yaitu sebesar < 4%. Limbah plastikAspal yang dimodifikasi dengan limbah plastik HDPE yang memenuhi Spesifikasi Umum Divisi VI Revisi 3, Bina Marga, 2010 yaitu sebesar < 4%. Limbah plastik
4141 Kebutuhan akan pekerjaan konstruksi terus meningkat setiap tahunnya. Untuk itu setiap perusahaan konstruksi dituntut untuk meningkatkan kualitas dari pekerjaanKebutuhan akan pekerjaan konstruksi terus meningkat setiap tahunnya. Untuk itu setiap perusahaan konstruksi dituntut untuk meningkatkan kualitas dari pekerjaan
4141 Kebutuhan air bersih rumah tangga pada tahun 2013 sebesar 31.960,63 liter/hari dan pada tahun 2032 sebesar 37.446,97 liter/hari. Kebutuhan air bersih domestik,Kebutuhan air bersih rumah tangga pada tahun 2013 sebesar 31.960,63 liter/hari dan pada tahun 2032 sebesar 37.446,97 liter/hari. Kebutuhan air bersih domestik,
Useful /
PNJPNJ Satu sampel tanah asli dicampur dalam penelitian ini dengan abu sekam padi dan bubuk batu bata dengan variasi 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Abu sekam padiSatu sampel tanah asli dicampur dalam penelitian ini dengan abu sekam padi dan bubuk batu bata dengan variasi 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Abu sekam padi
PNJPNJ Balok baja castella merupakan salah satu solusi efisien dalam konstruksi baja, karena mampu meningkatkan tinggi balok, momen inersia (𝑰𝒙), dan modulusBalok baja castella merupakan salah satu solusi efisien dalam konstruksi baja, karena mampu meningkatkan tinggi balok, momen inersia (𝑰𝒙), dan modulus
UNESAUNESA In the scope of this review, we strive to establish how the integration of circular strategies such as reuse, recycling, and product life extension asIn the scope of this review, we strive to establish how the integration of circular strategies such as reuse, recycling, and product life extension as
UNESAUNESA Deteksi dini dan diagnosis yang akurat menjadi kunci dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien serta menekan biaya perawatan jangka panjang. SeiringDeteksi dini dan diagnosis yang akurat menjadi kunci dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien serta menekan biaya perawatan jangka panjang. Seiring