POLNAMPOLNAM

Journal AgregateJournal Agregate

Rehabilitasi Rumah Dinas Hubdam XVI/Pattimura Ambon dilakukan sebagai perbaikan terhadap fasilitas bangunan gedung yang mengalami kerusakan akibat pergerakan lempeng bumi (gempa bumi). Pekerjaan konstruksi terdiri dari perencanaan rencana anggaran biaya hingga merencanakan jadwal pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian ini adalah menghitung besarnya anggaran biaya setelah dilakukan penghitungan ulang dengan analisa harga satuan dan menentukan pekerjaan-pekerjaan yang termasuk dalam lintasan kritis. Rencana anggaran biaya (RAB) bangunan, mengidentifikasi setiap item pekerjaan yang ada dalam proyek yang sedang dihitung berdasarkan analisa SNI tahun 2019 dan menerapkan metode Critical Path Method (CPM). Rencana anggaran biaya (RAB) untuk proyek Rehabilitasi Rumah Dinas Hubdam XVI/Pattimura Ambon untuk total jumlah harga adalah Rp3,335,426,993.63 dibulatkan Rp 3,335,426,000.00,- dan item pekerjaan yang dilalui lintasan kritis yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan fondasi dan beton, pekerjaan atap, pekerjaan plafond, sampai dengan pekerjaan pengecatan.

Pekerjaan Proyek Rehab Rumdis (2 Lantai) Hubdam XVI/Pattimura - Ambon yang direncanakan dengan biaya setelah penghitungan ulang menjadi Rp2.Pelaksanaan proyek direncanakan dalam 200 hari kalender, dengan menggunakan CPM, jangka waktu pelaksanaan proyek adalah 28 minggu dengan jalur kritis pada pekerjaan persiapan, fondasi dan beton, atap, plafond, dan pengecatan.Jalur kritis menunjukkan urutan pekerjaan yang tidak boleh tertunda agar proyek tetap pada jadwal yang telah ditetapkan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan metode Critical Path Method (CPM) yang dikombinasikan dengan metode Earned Value Management (EVM) untuk memantau kinerja biaya dan waktu secara lebih terintegrasi pada proyek rehabilitasi serupa di daerah rawan bencana. Kedua, perlu dikaji pengaruh ketidakpastian cuaca dan ketersediaan material lokal terhadap durasi dan biaya proyek, dengan mengusulkan model penjadwalan yang fleksibel menggunakan metode PERT atau simulasi Monte Carlo. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas dokumentasi lapangan secara digital, seperti penggunaan aplikasi manajemen proyek berbasis cloud, dalam meningkatkan akurasi data rencana anggaran dan ketepatan penjadwalan waktu di proyek konstruksi skala menengah di wilayah terpencil seperti Maluku.

Read online
File size492.78 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test