UNJAUNJA
Lintang AksaraLintang AksaraPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun argumen. Argumen siswa masih cenderung subjektif, kurang didukung bukti yang relevan, serta belum disertai penalaran yang logis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses konstruksi argumen siswa dalam debat ilmiah menggunakan model Claim, Evidence, Reasoning (CER), yang meliputi perumusan klaim, pemilihan bukti, dan penyusunan alasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui observasi dan analisis dokumen berupa naskah argumen siswa dalam kegiatan debat ilmiah kelas IX SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke melalui familiarisasi data, pengodean awal, pengembangan tema, tahap peninjauan tema, pendefinisian tema, dan penyusunan laporan. Sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses konstruksi argumen siswa berlangsung melalui tiga tahap utama. Pertama, tahap perumusan claim, yaitu siswa memahami mosi, menentukan posisi pro atau kontra, mengekstraksi gagasan utama, dan memperjelas batas klaim. Kedua, tahap pemilihan evidence, yaitu siswa mendeskripsikan informasi pendukung, menyeleksi bukti yang relevan, dan mulai mengelaborasi keterkaitan bukti dengan posisi debat. Ketiga, tahap penyusunan reasoning, yaitu siswa mengidentifikasi hubungan antara bukti dan klaim, menganalisis alasan pendukung, serta memperluas penalaran menjadi simpulan atau alternatif solusi. Temuan ini menunjukkan bahwa model CER dapat membantu melihat proses berpikir siswa secara bertahap dalam membangun argumen debat ilmiah yang lebih terstruktur, berbasis bukti, dan logis.
Berdasarkan hasil penelitian, proses konstruksi argumen siswa dalam debat ilmiah menggunakan model Claim, Evidence, Reasoning (CER) berlangsung secara bertahap melalui tiga proses utama, yaitu perumusan claim, pemilihan evidence, dan penyusunan reasoning.Pada tahap claim, siswa terlebih dahulu memahami mosi debat, menentukan posisi pro atau kontra, kemudian mengekstraksi gagasan utama dan memperjelas batas klaim sesuai isu yang diperdebatkan.Pada tahap evidence, siswa mulai mendeskripsikan informasi pendukung, menyeleksi bukti yang dianggap relevan dengan posisi debat, serta melakukan elaborasi awal terhadap bukti yang digunakan, meskipun relevansi dan kecukupan bukti masih belum sepenuhnya kuat.Selanjutnya, pada tahap reasoning, siswa berusaha mengidentifikasi hubungan antara bukti dan klaim, menganalisis alasan yang mendukung posisi mereka, lalu memperluas penalaran menjadi simpulan, implikasi, atau alternatif solusi.Temuan ini menunjukkan bahwa model CER membantu memperlihatkan alur berpikir siswa dalam membangun argumen secara lebih terstruktur, dari pemahaman mosi hingga penyusunan alasan yang mendukung klaim.Keunggulan penelitian ini terletak pada kemampuannya menggambarkan konstruksi argumen sebagai proses berpikir bertahap, bukan sekadar penilaian hasil akhir argumen.Namun, keterbatasan penelitian masih tampak pada belum meratanya kemampuan siswa dalam mengelaborasi bukti dan memperkuat reasoning.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas model CER dalam meningkatkan keterampilan berargumentasi siswa di tingkat pendidikan dasar. Selain itu, diperlukan studi tentang pengaruh pelatihan guru dalam penerapan model CER pada pembelajaran debat ilmiah. Terakhir, penelitian dapat membandingkan kinerja siswa yang menggunakan model CER dengan metode argumentasi lain untuk mengevaluasi keunggulan strategi ini dalam memperkuat penalaran ilmiah.
- Inquiry and Debate in Science Learning: Potential Strategy for Improving Students’ Scientific Argumentation... ijemst.com/index.php/ijemst/article/view/662Inquiry and Debate in Science Learning Potential Strategy for Improving StudentsAo Scientific Argumentation ijemst index php ijemst article view 662
- Kerangka Kerja CER sebagai Upaya untuk Membantu Mahasiswa Tahun Pertama dalam Menulis Argumen Ilmiah... online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/41514Kerangka Kerja CER sebagai Upaya untuk Membantu Mahasiswa Tahun Pertama dalam Menulis Argumen Ilmiah online journal unja ac pena article view 41514
- Full article: The Power of Debate: Reflections on the Potential of Debates for Engaging Students in Critical... tandfonline.com/doi/full/10.1080/03098265.2011.619522Full article The Power of Debate Reflections on the Potential of Debates for Engaging Students in Critical tandfonline doi full 10 1080 03098265 2011 619522
| File size | 424.34 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UBUB Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan dua metrik utama, yaitu Root Mean Squared Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitianEvaluasi kinerja model dilakukan menggunakan dua metrik utama, yaitu Root Mean Squared Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian
UNJAUNJA Hasil Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaanHasil Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan
URINDOURINDO Hasil uji spearman rho didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien.Hasil uji spearman rho didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien.
UNJAUNJA Subjek penelitian terdiri atas 26 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kemampuan berbicara anak yang mencakup aspek pengucapan, pengembanganSubjek penelitian terdiri atas 26 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kemampuan berbicara anak yang mencakup aspek pengucapan, pengembangan
URINDOURINDO Remaja dengan pengetahuan rendah memiliki peluang 7,4 kali lebih besar untuk berperilaku pacaran berisiko, sedangkan remaja dengan sikap negatif memilikiRemaja dengan pengetahuan rendah memiliki peluang 7,4 kali lebih besar untuk berperilaku pacaran berisiko, sedangkan remaja dengan sikap negatif memiliki
URINDOURINDO Pengetahuan serta pendidikan ibu juga berperan penting terhadap kejadian ISPA melalui pengaruhnya pada pola perawatan anak dan pengelolaan lingkungan rumah.Pengetahuan serta pendidikan ibu juga berperan penting terhadap kejadian ISPA melalui pengaruhnya pada pola perawatan anak dan pengelolaan lingkungan rumah.
IDID Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi interaktif mengenai mekanisme penularan kuman dan demonstrasi praktik cuci tangan enam langkah standar WHO.Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi interaktif mengenai mekanisme penularan kuman dan demonstrasi praktik cuci tangan enam langkah standar WHO.
IITSSIITSS Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif dan minat belajar biologi siswa MA Aisyiyah Binjai City berjalan dengan baik. BerdasarkanOleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif dan minat belajar biologi siswa MA Aisyiyah Binjai City berjalan dengan baik. Berdasarkan
Useful /
UNJAUNJA Pada tingkat mitos, puisi membangun ideologi kritis terhadap logocentrisme, transparansi bahasa, dan mitos pencerahan modernitas. Integrasi strukturalismePada tingkat mitos, puisi membangun ideologi kritis terhadap logocentrisme, transparansi bahasa, dan mitos pencerahan modernitas. Integrasi strukturalisme
UNJAUNJA Masing-masing maksim tercermin dalam cara warga menyampaikan permintaan, memberi pujian, menunjukkan sikap rendah hati, menawarkan bantuan, menyampaikanMasing-masing maksim tercermin dalam cara warga menyampaikan permintaan, memberi pujian, menunjukkan sikap rendah hati, menawarkan bantuan, menyampaikan
UMYUMY Teknologi Budidaya Jenuh Air (BJA) mampu meningkatkan produktivitas tanaman kedelai hingga 4,0 ton/ha pada lahan suboptimal. Penelitian ini bertujuan untukTeknologi Budidaya Jenuh Air (BJA) mampu meningkatkan produktivitas tanaman kedelai hingga 4,0 ton/ha pada lahan suboptimal. Penelitian ini bertujuan untuk
UNUHAUNUHA Berdasarkan hasil penelitian, skor post-test siswa lebih tinggi daripada skor pre-test, menunjukkan adanya peningkatan setelah perlakuan. Nilai t-hitungBerdasarkan hasil penelitian, skor post-test siswa lebih tinggi daripada skor pre-test, menunjukkan adanya peningkatan setelah perlakuan. Nilai t-hitung