UNJAUNJA

Lintang AksaraLintang Aksara

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media TikTok terhadap keterampilan ceramah siswa kelas XI MAS Al-Hidayah Kebon IX. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang terdiri atas 20 siswa kelas eksperimen dan 20 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan ceramah dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Independent Sample t-test, dan Normalized Gain (N-Gain) dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 79,06 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 61,56. Hasil Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan media TikTok terhadap keterampilan ceramah siswa. Hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai 0,602 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 0,232 (kategori rendah). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media TikTok lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan ceramah siswa. Dengan demikian, media TikTok dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik pada era digital.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media TikTok berpengaruh signifikan terhadap keterampilan ceramah siswa kelas XI MAS Al-Hidayah Kebon IX.Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 79,06, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 61,56.Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig.Selain itu, hasil analisis Normalized Gain (N-Gain) menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai 0,602 dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 0,232 dengan kategori rendah.Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media TikTok lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan ceramah dibandingkan pembelajaran konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan konten pembelajaran menggunakan media TikTok yang lebih beragam dan interaktif. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan dan disiplin ilmu, serta mengukur efektivitas media TikTok dalam meningkatkan keterampilan berbicara secara lebih luas. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi media TikTok dalam meningkatkan keterampilan komunikasi non-verbal, seperti ekspresi wajah dan gestur tubuh, yang juga merupakan aspek penting dalam keterampilan berbicara. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih luas dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital.

Read online
File size959.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test