IJHPIJHP

International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)

Peripartum cardiomyopathy (PPCM) merupakan penyebab penting kegagalan jantung selama kehamilan dan pasca-persalinan, tetapi data profil pasien di rumah sakit tingkat kabupaten seperti Waled Regional Hospital, Cirebon masih sangat terbatas. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan profil pasien PPCM di Waled Regional Hospital, Cirebon Regency, dari Januari 2022 hingga Juni 2025. Desain studi adalah deskriptif retrospektif dengan analisis data sekunder dari rekam medis semua pasien yang didiagnosis PPCM, termasuk variabel seperti usia, hipertensi, diabetes mellitus, paritas, kehamilan multiple, kadar hemoglobin, gula darah acak, urea, kreatinin, dan hasil ekokardiografi (LVEF). Analisis dilakukan dengan distribusi frekuensi univariat menggunakan skala nominal dan ordinal. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 36-45 tahun (45,16%), multiparous (54,84%), mengalami hipertensi tingkat II (39,03%), dan memiliki LVEF <40% (77,42%), sementara diabetes mellitus dan kehamilan multiple sangat jarang. Dengan demikian, dalam konteks ini, PPCM terutama memengaruhi ibu hamil tua dengan hipertensi berat dan disfungsi sistolik ventrikel kiri, menekankan kebutuhan pemeriksaan berbasis risiko yang diperkuat dan manajemen kolaboratif antara obstetri dan kardiologi.

Profil pasien PPCM di Waled Regional Hospital, Cirebon Regency, Januari 2022 hingga Juni 2025 didominasi oleh ibu hamil berusia 36-45 tahun, multiparous, dan hipertensi tingkat II, dengan sebagian besar pasien mengalami penurunan LVEF (<40%) dan kasus diabetes mellitus atau kehamilan multiple yang jarang.Analisis menunjukkan bahwa penurunan LVEF, peningkatan urea, serta abnormalitas hemoglobin dan kreatinin yang relatif ringan mencerminkan kombinasi beban kardiovaskular, stres oksidatif, dan disfungsi ginjal yang terkait hipertensi dan pre-eklamsia, membuat hipertensi, paritas tinggi, dan usia >30 tahun sebagai faktor risiko utama dalam konteks lokal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh pemeriksaan dini hipertensi pada risiko PPCM, analisis faktor genetik dan peran stres oksidatif dalam perkembangan penyakit, serta evaluasi hasil jangka panjang pasien PPCM setelah intervensi terapi kardiovaskular. Selain itu, perlu dikembangkan pendekatan kolaboratif antara bidang obstetri dan kardiologi untuk meningkatkan diagnosis dini dan manajemen kasus PPCM di tingkat rumah sakit daerah. Penelitian juga disarankan untuk mengeksplorasi hubungan antara kadar prolaktin 16 kDa dan kerusakan miokardium pada pasien PPCM, serta dampak kehamilan multiple terhadap progresi penyakit.

  1. Peripartum Cardiomyopathy: JACC State-of-the-Art Review | JACC. peripartum jacc state art review skip... jacc.org/doi/10.1016/j.jacc.2019.11.014Peripartum Cardiomyopathy JACC State of the Art Review JACC peripartum jacc state art review skip jacc doi 10 1016 j jacc 2019 11 014
Read online
File size444.94 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test