STIKES BHSTIKES BH

Mitra Raflesia (Journal of Health Science)Mitra Raflesia (Journal of Health Science)

Abstrak. Latar Belakang: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup atau istirahat/tenang. Berdasarkan data kunjungan di poli umum pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sungai Durian yakni pada tahun 2020 sebanyak 46 kasus, tahun 2021 sebanyak 54 kasus dan tahun 2023 sebanyak 32 kasus dengan kasus tertinggi di setiap tahunnya berada di wilayah Kelurahan Kapuas Kanan Hulu sebanyak 24 kasus. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan desain penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian adalah masyarakat dengan rentang usia 18-45 tahun sebanyak 5.022 dengan sampel sebanyak 58 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: ada hubungan antara umur (p value 0,040), jenis kelamin (p value 0,022), riwayat hipertensi (p value 0,006), sikap (p value 0,017), pengetahuan (p value 0,012), aktifitas fisik (p value 0,032), stress (p value 0,001) dan merokok (p value 0,015) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi, sikap, pengetahuan, aktifitas fisik, stress dan merokok dengan kejadian hipertensi.

Penelitian pada 58 responden di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 56,9% dan mengidentifikasi faktor-faktor signifikan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi, yaitu umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi, sikap, pengetahuan, aktivitas fisik, stress, dan merokok.Responden berusia 18‑30 tahun, perempuan, dan memiliki riwayat hipertensi memiliki risiko lebih tinggi.Faktor sikap kurang baik, pengetahuan rendah, kurang aktivitas fisik, stress tinggi, dan kebiasaan merokok secara signifikan meningkatkan risiko hipertensi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh intervensi edukasi kesehatan berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat berusia 18‑45 tahun dalam upaya menurunkan kejadian hipertensi, sehingga dapat menilai efektivitas program penyuluhan jangka panjang. Selanjutnya, studi kohort longitudinal pada populasi lansia (≥60 tahun) di wilayah yang sama diperlukan untuk mengevaluasi dinamika faktor risiko seperti stres, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok serta hubungannya dengan perkembangan hipertensi seiring waktu. Terakhir, penelitian eksperimental dengan desain randomized controlled trial dapat menilai dampak kombinasi program latihan fisik terstruktur dan manajemen stres terhadap penurunan tekanan darah pada individu dengan riwayat hipertensi, memberikan bukti kuat bagi kebijakan kesehatan masyarakat.

  1. Hubungan Konsumsi Gula, Garam, Lemak dan Sedentary Lifestyle Terhadap Tekanan Darah Pada Usia Dewasa... jurnal.umj.ac.id/index.php/MuJG/article/view/17201Hubungan Konsumsi Gula Garam Lemak dan Sedentary Lifestyle Terhadap Tekanan Darah Pada Usia Dewasa jurnal umj ac index php MuJG article view 17201
  2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango | Sehat... doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i3.1110Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango Sehat doi 10 54259 sehatrakyat v1i3 1110
  3. Hubungan Konsumsi Natrium/Garam dengan Status Hipertensi: Studi Cross Sectional di Kota Makassar | Multidisciplinary... sunanbonang.org/index.php/mjeec/article/view/234Hubungan Konsumsi Natrium Garam dengan Status Hipertensi Studi Cross Sectional di Kota Makassar Multidisciplinary sunanbonang index php mjeec article view 234
Read online
File size897.27 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test